Siap Kawal, Pengamanan dan Eksekusi Terpidana Mati Raheem

549

ADAKITANEWSKapolres Kota-1, Madiun – Kapolres Madiun Kota AKBP Farman menyatakan pihak siap melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap terpidana mati Raheem Agbaje Salami warga negara Spanyol, kini mendekam di Lapas Kelas 1 Madiun. “Kami selalu siap diperintahkan pimpinan kapan pun dalam melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap eksekusi bersangkutan,” ujarnya, Jum’at (27/2).

Ia menyatakan sejauh ini belum ada perintah khusus dari pimpinan Polda Jatim, sebab baru hari ini jajaran Polres Madiun Kota dipanggil Polda Jatim untuk melakukan koordinasi. “Sebab, ada kemungkinan sejumlah alternatif tentang terkait pelaksanaan eksekusi, namun seperti apa belum diketahui. Tunggu saja hasilnya nanti,” tandasnya.

Jika nanti ada perintah pelaksanaan eksekusi dilakukan diwilayah jajaran Polres Madiun Kota, tambahnya, siap dengan sejumlah lokasi dijadikan eksekusi, tempatnya tidak bisa disebutkan. Begitu juga, jika eksekusi dilakukan diluar wilayah Polres Madiun Kota, siap melakukan pengawalan dan pengamanan menuju lokasi dimaksud.

Tim disiapkan seperti Tim Pengamanan dan Pengawalan terdiri Sabhara dan Dalmas, sedangkan pengawalan ada Unit Lalu Lintas dengan pengawalan setara Very Important Person (VIP). “Kami sudah siap kapan pun diperintahkan pimpinan Polda Jatim, baik dalam pengawalan, pengamanan hingga eksekusi sekali pun,” ujarnya serius.

Kini Raheem tengah menghitung hari pelaksanaan eksekusi dirinya, pihak Lapas Kelas I Madiun sejak lama mempersiapkan dengan memberikan pendampingan religi kepada terpidana. Kini, dia lebih tenang dan rajin beribadah.

“Kami masih menunggu surat resmi dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Soal kondisi terpidana saat ini dalam keadaan sehat dan tenang menghadapi hari-hari akhirnya, kami juga berikan motivasi. Dia akhir-akhir ini lebih khusyuk beribadah di gereja Lapas,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Bidang Pelayanan Lapas Kelas 1 Madiun, Romi Novetrion.

Sebelum masuk di lapas kelas 1 Madiun, Raheem merupakan napi layaran dari Lapas Porong Sidoarjo. Warga negara Cordova ini tertangkap petugas kepolisian di Bandara Internasional Juanda Surabaya tahun 1999 silam, karena menyelundupkan heroin seberat 5 kg. selain Raheem, di Lapas Kelas I Madiun masih ada 2 napi lain juga bernasib sama atau akan menjalani eksekusi mati akibat perkara pembunuhan.

Atas putusan hukuman mati dari peradilan tingkat pertama dikuatkan putusan Mahkamah Agung (MA), Raheem kemudian mengajukan grasi kepada Presiden. Tapi, tanggal 9 Januari 2015, melalui Keppres Nomor 4/G Tahun 2015, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak grasi diajukan Raheem. (UK).

Keterangan Gambar : Kapolres Madiun Kota AKBP Farman tengah memberikan pernyataan kepada wartawan seputar persiapan pengawalan dan pengamanan hingga pelaksanaan eksekusi terhadap terpidan mati kasus narkoba Raheem Agbaje Salami.

Berikut daftar 10 terpidana mati‎ ditolak grasinya:

‎1. Keppres 31/G 2014 Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina)
‎2. Keppres 32/G 2014 Myuran Sukumaran alias Mark (WN Australia)
‎3. Keppres 35/G 2014 Serge Areski Atlaoui (WN Perancis)
‎4. Keppres 1/G 2015 Martin Anderson alias Belo (WN Ghana)
5. Keppres 2/G 2015 Zainal Abidin (WN Indonesia)
6. Keppres 4/G 2015 Raheem Agbaje Salami (WN Spanyol)
7. Keppres 5/G 2015 Rodrigo Gularte (WN Brazil)
8. Keppres 9/G 2015 Andrew Chan (WN Australia)
9. Keppres 11/G 2015 Silvester Obiekwe Nwolise (WN Nigeria)
‎10. Keppres 14/G 2015 Okwudili Oyatanze (WN Nigeria)