ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sidang dugaan korupsi pengadaan batik untuk PNS di Kabupaten Nganjuk kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Kamis (22/09). Dari keterangan para saksi yang telah dihadirkan, Penasehat Hukum (PH) terdakwa mengatakan bahwa jelas dalam kasus tersebut telah mengarah kepada Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman.

Dikatakan Mursid Murdiantoro, selalu kuasa hukum Masduqi, dari keterangan saksi jelas menyebutkan bahwa tidak ada perintah dari kliennya (Masduqi,red) dalam memasukkan anggaran pengadaan kain batik. Namun justru disebutkan bahwa perintah berasal dari Bupati. “Saksi menyatakan bahwa diperintah oleh pemilik kekuasaan. Kemarin sudah jelas diperintah Bupati,” katanya.

Pantauan Tim Adakitanews.com, sidang yang digelar siang itu juga beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kabupaten Nganjuk serta membuka rekaman pembicaran antara PPK dengan salah satu rekanan, yakni Direktur PT Delta Inti Sejahtera, Sunartoyo.

Sidang dugaan korupsi pengadaan batik PNS senilai Rp 6,262 miliar dengan terdakwa Masduqi, mantan Sekda Kabupaten Nganjuk dan dua rekanan, Edi Purwanto selaku Direktur CV Ranusa dan Sunartoyo, Direktur PT Delta Inti Sejahtra kembali digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Sri Lailah, Kabag Umum selaku Penata Usaha Keuangan Kabupaten Ngajuk, Suharono dan Petugas Pelayanan Pengadaan Batik, Andri Indrawan.

Di hadapan Majelis Hakim, Matius Samiaji, saksi PPK menjelaskan tidak mengetahui semua pembuatan rancangan kontrak pengadaan batik. Sri Lailah mengaku, semua yang membuat dan yang mengatur adalah Totok dan Yanto, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).(Jati)

Keterangan Gambar: Proses persidangan kasus dugaan korupsi kain batik Pemkab Nganjuk di Pengadilan Tipikor Surabaya.(Foto : Bagus Jatikusumo)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2016/09/20160922_202156-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2016/09/20160922_202156-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,batik,Berita,bupati nganjuk,korupsi,nganjuk
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Sidang dugaan korupsi pengadaan batik untuk PNS di Kabupaten Nganjuk kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Kamis (22/09). Dari keterangan para saksi yang telah dihadirkan, Penasehat Hukum (PH) terdakwa mengatakan bahwa jelas dalam kasus tersebut telah mengarah kepada Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman. Dikatakan Mursid Murdiantoro, selalu...