download (3)@dakitanews Kediri – Puluhan massa perwakilan ratusan petani lereng Gunung Kelud, Senin (22/9) ngeluruk Kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Massa ngluruk, untuk memantau sidang perdana kasus sengketa lahan perkebunan Margomulya. Dalam akhir sidang majelis hakim memutuskan penyelesaian perkara dilakukan dengan jalur mediasi.

Para penggarap lahan yang berasal dari dusun Simbar Lor Desa Plosokidul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri ini memantau jalannya sidang sengketa lahan perkebunan Margomulyo yang merupakan perusahaan daerah milik pemerintah Kabupaten Kediri. Namun pada 16 Maret lalu lahan seluas 170 hektar diambil alih pemerintah dengan cara merusak tanaman, padahal lahan tersebut sudah digarap petani sejak 2004.

Sidang dipimpin oleh hakim ketua Puji Harian dan berlangsung di ruang kencana pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Dalam sidang ini ratusan petani mempersoalkan 170 hektar lahan dengan tergugat yakni kepala desa setempat, pihak PDP Margomulyo, dan Bupati Kediri. Diduga pihak tergugat telah melakukan pengrusakan tanaman berupa nanas,ketela, dan tebu yang sebelumnya digarap petani. Dalam hal ini, petani meminta ganti rugi sebesar 8 milyar rupiah.

Sidang berlangsung singkat, dan kedua belah pihak baik tergugat dan penggugat dikuasakan oleh penasihat hukum masing-masing. Pada akhir sidang, mejelis hakim memutuskan penyelesaian perkara dengan jalur mediasi.

Sri Mulyo kuasa hukum penggugat, mengatakan sidang kali ini hanya sebatas pemeriksaan berkas saja. Sementaran untuk mediasi, belum membuahkan hasil karena kuasa hukum tergugat meminta waktu.

“ Sidang hari ini hanya berlangsung pada tahap pemeriksaan berkas. Sebelum memasuki pokok perkara, hakim menunjuk mediator sesuai peraturan Mahkamah Agung. Namun mediasi belum membuahkan hasil karena kuasa hukum tergugat masih meminta waktu,” jelas Sri Mulyo.

Sementara Arifin kuasa hukum tergugat, mengatakan untuk proses mediasi ini pihaknya meminta waktu 40 hari, dan harus melapor ke kliennya yakni Pemkab Kedri tentang hasil sidang.

“ Proses penyelesaian melalui mediasi selama 40 hari, sehingga kami masih harus melaporkan hasil sidang perdana ini ke klien kami,” ujar Arifin.(*)

Keterangan Gambar : Ilustrasi lahan perkebunan

RedaksiUncategorized
@dakitanews Kediri – Puluhan massa perwakilan ratusan petani lereng Gunung Kelud, Senin (22/9) ngeluruk Kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Massa ngluruk, untuk memantau sidang perdana kasus sengketa lahan perkebunan Margomulya. Dalam akhir sidang majelis hakim memutuskan penyelesaian perkara dilakukan dengan jalur mediasi. Para penggarap lahan yang berasal dari dusun Simbar...