ADAKITANEWS, Kediri – Zainal Abidin, pria 33 tahun asal Desa Tungklur Kecamatan Badas Kabupaten Kediri, yang bekerja sebagai penjaga sekaligus pemelihara Situs Cagar Budaya Candi Surowono di Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri ini, benar-benar menunjukkan kepeduliannya terhadap peninggalan sejarah. Bukan lantaran beban kewajiban harian, melainkan bentuk kecintaan atas warisan nenek moyang.

=========

Ditemui di sela-sela kesibukannya, Zainal Abidin, ayah 3 orang anak ini mengaku sudah hampir 9 tahun menjadi penjaga sekaligus perawat candi yang dibangun sekitar abad ke-14 ini.

Bukan perkara mudah menjadi seorang penjaga situs bersejarah. Setiap harinya, tugas Zainal adalah menjaga agar Situs Candi Surowono tersebut tetap bersih, aman, dan nyaman untuk dikunjungi masyarakat. Termasuk, bertanggungjawab atas aset negara, yang tak ternilai harganya.

Kata Zainal, Candi Surowono merupakan Candi Hindu yang dibangun pada zaman Kerajaan Majapahit, berukuran kecil namun dengan relief cantik, yang berada di Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Candi yang diperkirakan dibangun pada tahun 1390 M tersebut, diketahui sebagai tempat pendharmaan bagi Wijayarajasa, Bhre Wengker. “Candi Surowono, nama aslinya adalah Wishnu Bhawanapura yang usianya sudah lebih dari 600 tahun,” ujarnya.

Zainal mengatakan, untuk merawat Candi Surowono ia sengaja menyisihkan sebagian gajinya. Hal itu untuk menutupi kebutuhan perawatan, yang sebenarnya selama ini tidak anggaran. Meski demikian, ia mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Alasannya tidak lain adalah rasa ikut memiliki salah satu peninggalan sejarah.

Dari gaji yang diterimanya sebesar Rp 1,3 juta per bulan, terkadang ia sampai menyisihkan sekitar Rp 500 ribu. “Terkadang dari pengunjung ada uang sumbangan seikhlasnya, namun tidak cukup untuk biaya perawatan. Seperti pupuk untuk bunga yang menghiasi lokasi ini, dan yang lain sebagainya. Kadang gaji saya tinggal sisa Rp 800 ribu untuk menambal kekurangan biaya,” cakapnya, Sabtu (01/04).

Untuk menambah pemasukan, Zainal dibantu istrinya Susi Agustina, 30, yang berjualan gorengan di depan lokasi Candi Surowono. “Untuk nambah pemasukan, istri saya jualan gorengan serta es tebu agar cukup memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.

Dulu sebenarnya yang merawat Situs Cagar Budaya ini adalah ayahnya yang bernama Masduki. Namun lantaran usia ayahnya mulai renta, ia terpaksa ditugaskan untuk menggantikannya. “Ayah dan juga saya memang sudah ditugaskan dari Tim PPCB (Penyelamatan dan Pengamanan Cagar Budaya) Jatim. Dulu saya juga belajar sedikit-sedikit tentang sejarahnya ini, karena memang sebenarnya saya tidak mengetahui awal mula sejarahnya Candi Surowono,” pungkasnya.(kdr4)

Keterangan gambar : Zainal Abidin, Pemelihara Candi Surowono.(foto:fasihhuddin kholili)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/04/adakitanews20170402_120610-1024x575.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/04/adakitanews20170402_120610-150x150.jpgREDAKSITokohadakitanews,Berita,candi surowono,kediri
ADAKITANEWS, Kediri - Zainal Abidin, pria 33 tahun asal Desa Tungklur Kecamatan Badas Kabupaten Kediri, yang bekerja sebagai penjaga sekaligus pemelihara Situs Cagar Budaya Candi Surowono di Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri ini, benar-benar menunjukkan kepeduliannya terhadap peninggalan sejarah. Bukan lantaran beban kewajiban harian, melainkan bentuk kecintaan atas...