SAM_0179SAM_0182@dakitanews. Kediri – Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) tak hanya diramaikan oleh pengunjung yang ingin menikmati akhir pekan bersam keluarga atau pasangan semata. Puluhan massa beserta truk lengkap dengan sound system siang itu ikut mengunjungi monumen tersebut. Tapi bukan untuk berwisata, melainkan berunjuk rasa. Tak ayal hal ini menarik perhatian para pengunjung SLG lain. Minggu, (19/10).

Massa yang menyampaikan aspirasi itu mengatasnamakan diri Masyarakat Anti Neo-Orba (Manob). Selain sebagai langkah untuk menyambut pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla besok pada Senin (20/10), demontran juga menuntut kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia untuk segera mencabut undang-undang Pemilu Daerah dan UU tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD atau UU MD3.

“Kami di sini untuk memprotes wakil rakyat kita yang telah merampas hak demokrasi rakyat dengan UU Pilkadanya. Selain itu ini juga untuk mengawal dan menyambut presiden rakyat, Jokowi-JK yang besok mau dilantik, karena hari ini terkesan ada upaya penjegalan pelantikan oleh MPR dan itu tidak kami inginkan,” jelas Saifudin, Koordinator Humas aksi saat diwawancarai pada Minggu (19/20).

Massa mulai berkumpul di SLG pada pukul 11.15 WIB dan mulai berorasi setengah jam kemudian. Saat ditanya mengapa memilih SLG sebagai tempat berdemontrasi, Saifudin beralasan karena tempat tersebut banyak dikunjungi oleh warga. Terlebih saat hari libur. Sehingga mudah untuk menyampaikan gagasan kepada masyarakat.

“Disini banyak orang berkunjung, entah rekreasi atau hanya sekedar mampir, sehingga rakyat bisa lebih mudah untuk mendengar tuntutan kami. Karena inikan juga untuk kepentingan mereka,” jelasnya.

Setelah sejam berorasi massa berkonvoi di sekitar monumen. Sesaat kemudian, demonstran yang terdiri dari berbagai elemen termasuk Aliansi Warga Kelud dan juga mahasiswa itu membubarkan diri dengan tertib.(kunam)

Keterangan Gambar : aksi massa Masyarakat Anti Neo-Orba (manob) di SLG

RedaksiDaerahdemo
@dakitanews. Kediri – Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) tak hanya diramaikan oleh pengunjung yang ingin menikmati akhir pekan bersam keluarga atau pasangan semata. Puluhan massa beserta truk lengkap dengan sound system siang itu ikut mengunjungi monumen tersebut. Tapi bukan untuk berwisata, melainkan berunjuk rasa. Tak ayal hal ini menarik...