ADAKITANEWS, Nganjuk – Susanto, 39, petani asal Kabupaten Nganjuk yang akrab disapa Joglo membuat inovasi terbaru terkait dengan alat pembasmi rumput dengan sistem Pengelolaan Hama Terpadu (PHT). Alat pembasmi rumput tersebut dinamakan SMAPUT yang merupakan kepanjangan dari Santo Pembasmi Rumput.

Kata Susanto, cukup mudah untuk membuat alat SMAPUT ini. Yakni dengan menggunakan elpiji sebagai bahan bakar, kemudian disambungkan dengan regulator, selang dan kompor yang dimodifikasi untuk mengeluarkan api. “Titik api tersebut kemudian digunakan untuk membakar rumput”, kata Susanto, yang juga menjabat sebagai ketua P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya) Nganjuk., Selasa (03/01).

Susanto pun mengajak Tim Adakitanews.com untuk mengaplikasikan alat SMAPUT ini di tanah pertanian di Dusun Karangasem Desa Gandu Kecamatan Bagor. Sebelum tanah pertanian ditanami tanaman, Susanto membakar rumput dengan alat SMAPUT hingga menjadi arang. ”Arang yang mengandung zat Carbon sendiri dapat mengikat racun di tanah, sehingga dapat bermanfaat bagi tanah,” tambahnya.

Penggunaan alat SMAPUT, masih kata Susanto, juga dapat digunakan pada rumput yang tebal. “Jika rumput yang akan dibakar cukup tebal, maka penggunaan alat SMAPUT dilakukan secara bertahap, pagi hari rumput-rumput disikat terlebih dahulu, kemudian sorenya rumput dapat dibakar,” jelentrehnya.

Teknologi SMAPUT tersebut diketahui telah dikembangkan sejak 3 minggu yang lalu. Alat ini dikembangkan untuk mengurangi penggunaan herbisida pada tanaman petani. Penggunaan herbisida sendiri dapat menyebabkan tanah menjadi amblas, karena merusak zat pelekat yang terkandung dalam tanah.

“Alat SMAPUT ini dapat meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga bagi para petani untuk dapat segera mengolah tanah pertanian. Selain itu, alat SMAPUT ini juga diciptakan untuk menjaga ekosistem sawah, karena tidak mematikan hama baik yang bermanfaat bagi para petani,” pungkasnya.(Jati)

Keterangan gambar: Susanto saat menunjukkan cara kerja alat SMAPUT ciptaannya.

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/01/030117-jati-nganjuk-SMAPUT1-1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/01/030117-jati-nganjuk-SMAPUT1-150x150.jpgREDAKSITokohadakitanews,Berita,Hama,nganjuk,petani,rumput
ADAKITANEWS, Nganjuk - Susanto, 39, petani asal Kabupaten Nganjuk yang akrab disapa Joglo membuat inovasi terbaru terkait dengan alat pembasmi rumput dengan sistem Pengelolaan Hama Terpadu (PHT). Alat pembasmi rumput tersebut dinamakan SMAPUT yang merupakan kepanjangan dari Santo Pembasmi Rumput. Kata Susanto, cukup mudah untuk membuat alat SMAPUT ini. Yakni...