SPG Seksi Blusukan Di Kantor Dewan

775

IMG_3286~2IMG_20141110_114310IMG_3290@dakitanews.com, Nganjuk – Sales Promotion Girl (SPG) banyak dijumpai blusukan di ruang gedung DPRD Kabupaten Nganjuk pada jam kerja. Tak pelak, keberadaan mereka dianggap telah mengganggu konsentrasi dan kinerja para anggota DPRD.

Perempuan SPG yang biasanya berpakaian seksi dan minimalis ini, menawarkan berbagai jenis produk, dari kosmetik, alat rumah tangga hingga produk rokok. Dengan gaya rayuan genitnya, para SPG tak segan memasuki ruang kerja para para wakil rakyat.

Sebagaimana yang dilakukan Dmg,25, salah seorang PSG produk rokok yang mengaku sering kali mendatangi gedung wakil rakyat. Dia juga tidak segan-segannya merayu para calon pembelinya untuk menawarkan dagangan yang dia bawa. Tak segan rayuan itu dia lakukan dengan bahasa isyarat tubuh, seperti tatapan mata, mendekatkan tubuhnya ke pembeli, bahkan berani iseng dengan membuka tas milik calon pembeli.

Tindakan dan perilaku para SPG ini membuat risih para wakil rakyat. Mereka mengaku keberadaan mereka di kantor DPRD sudah mengganggu konsentrasi dan mempengaruhi kinerja para wakil wakil rakyat. Terlebih, perilaku para perempuan seksi ini sudah dipandang kurang sopan.

Saat dihubungi @dakitanews.com via ponselnya, Ketua Fraksi PKB Muhammad Nurdaenuri mengatakan, para SPG yang blusukan kantor DPRD di jam kerja menurutnya menyalahi aturan. Nurdaenuri mengatakan, keberadaan para SPG itu sudah pada tingkat menggangu kinerja anggota DPRD.

“Kedatangan para SPG di kantor DPRD jelas sudah menggu. Kalau sebatas menawarkan dagangannya dengan wajar kami tidak mempermasalahkan. Namun prilaku mereka sudah kurang sopan, masuk sampai ruang kerja anggota dewan, risih kita,” ungkap Nurdaenuri.

Menurut Nurdaenuri, pihak keamanan di kantor dewan harus tegas melarangnya. “Itu tanggung jawab petugas keamanan. Itu tugas Satpol PP selaku keamanan disini. Harusnya mereka melarang para pedagang masuk, inikan kantor, tempat kerja kami bekerja. Banyaknya pedagang, baik SPG atau yang lain sangat mengganggu konsentrasi kita bekerja,” terang Kang Nur, panggilan akrab Muhammad Nurdaenuri. (Kmto/jati)

Keterangan Gambar : SPG  saat masuk ke ruang kerja DPRD Kabupaten Nganjuk