12312832431544140085217731453-pupuk@dakita Kediri – Seperti yang diberitakan sebelumnya beberapa waktu lalu, bahwa terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di sejumlah daerah Kabupaten Kediri. Terkait hal itu Sarekat Petani Indonesia (SPI) Kediri menuturkan memang terjadi permainan pupuk oleh pihak-pihak tertentu saat musim tanam tiba. Penjelasan itu disampaikan oleh Kuswari, Kepala Biro Produksi SPI pada Jumat siang (19/09) di kediamannya yang bertempat di Dusun Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.

“Di setiap musim tanam seperti ini selalu terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi, memang menurut kami ada yang memainkan peredaran pupuk,” jelas Kuswari.

Lebih lanjut ketika ditanya soal siapa yang menjadi mafianya, ia belum tahu pasti. “Entah siapa yang memainkan sampai saat ini kami belum tahu pasti, tapi yang jelas adanya pemanfaatan oleh sebagian pihak terhadap kelangkaan pupuk seperti ini menjadi dasar anggapan bahwa memang ada mafia pupuk di Kediri,” tuturnya.

Memang kelangkaan yang pupuk terjadi saat ini, banyak dimanfaatkan beberapa pihak tertentu. Saat terjadi kelangkaan di sebagian maka beberapa orang yang memiliki stok pupuk bersubsidi lebih menawarkan pupuk dengan harga yang tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, yakni Urea : Rp. 90.000,-. Ponskha : Rp. 150.000,-, ZA : Rp. 85.000, dan Petroganik : Rp. 15.000,-.

“Ada yang menawarkan pupuk di daerah tertentu, namun harganya tidak sesuai dengan HET, sehingga  petani kecil sangat kesulitan dengan keadaan ini,” jelas pegiat SPI ini

Padahal menurut aturan stok pupuk yang tersedia itu harus sesuai RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang diajukan oleh kelompok tani bersama kios pupuk resmi. Dan pupuk hanya bisa dibeli di kios resmi yang sesuai dengan RDKK.

“Harapan SPI agar Pemerintah, terutama Pemda agar lebih memperhatikan petani, karena fenomena kelangkaan pupuk bersubsidi ini selalu terjadi saat musim tanam seperti ini dan selalu dimanfaatkan sekelompok orang untuk meraih keuntungan lebih dari penderitaan petani kecil,” pungkasnya. (anam)

keterangan gambar : kuswanto, SPI Kediri  

RedaksiPolitik
@dakita Kediri – Seperti yang diberitakan sebelumnya beberapa waktu lalu, bahwa terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di sejumlah daerah Kabupaten Kediri. Terkait hal itu Sarekat Petani Indonesia (SPI) Kediri menuturkan memang terjadi permainan pupuk oleh pihak-pihak tertentu saat musim tanam tiba. Penjelasan itu disampaikan oleh Kuswari, Kepala Biro Produksi SPI...