tsk
@dakitanews Nganjuk
– Setelah berhasil menjebloskan Suparman ,67, terpidana kasus pembunuhan terhadap Adam Malik, mantan Kepala Desa Mancon Kecamatan Wilangan, Nganjuk Jumat (19/9) yang lalu, Kini bersama dengan tim intelijen gabungan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejari Batulicin Kalimantan, Kejari Nganjuk kembali berhasil membekuk terpidana lainnya dalam kasus yang sama, Sunarji ,49, warga Kelurahan Kramat Kecamatan Nganjuk, Selasa tengah malam (14/10).

Mantan anggota dewan dari Partai Golkar ini dibekuk di Hotel Semarang, jalan Batulicin, Batulicin Tanah Bumbu Kalimantan Selatan yang merupakan tempat persembunyiannya. Dia diringkus setelah menjadi buron dan masuk DPO Kejari Nganjuk. Setelah dua tahun menghilang, keberadaannya berhasil terdeteksi tim intelijen kejaksaan. Tim gabungan itupun akhirnya berhasil meringkusnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, I Wayan Sumadana saat dikonfirmasi melalui Kasi Pidana Umum (Pidum) M.Anggidigdo membenarkan pihaknya bersama dengan tim intelijen Kejagung dan Kejari Batulicin telah meringkus Sunarji, terpidana kasus pembunuhan mantan Wakil Sekretaris Golkar Nganjuk, Adam Malik di tempat persembuyiannya.

“Sudah sekitar dua tahun terpidana menghilang dan berhasil kami ringkus, di Batulicin. Sunarji sempat bekerja sebagai sopir di toko material bangunan,” terang Anggidigdo kepada @dakitanews.com , Rabu (15/10).

Begitu ditangkap di tempat persembuyiannya, kata Anggi, Sunarji langsung diterbangkan ke bandara Juanda. Selanjutnya pria yang pernah menekuni profesi sebagai pengacara ini dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri Nganjuk sebelum dijebloskan ke rutan klas II.B Nganjuk. “Setelah kita bacakan surat putusan dari MA, dia langsung kita masukkan ke rumah tahanan,” imbuhnya.

Diketahui, Sunarji adalah terpidana kasus pembunuhan berencana terhadap Adam Malik. Dia bersama Suparman telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan pembunuhan berencana terhadap Adam Malik, kandidat kuat calon Ketua DPD Golkar Nganjuk saat itu.

Sedangkan pembunuhan itu dilakukan pada tanggal 24 Mei 2002 di hutan Jati Bendungan Kalibening Desa Pajaran Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Sunarji bersama Suparman, mantan anggota DPRD Kabupaten Nganjuk ini pernah diputus bebas oleh Pengadilan Negeri Nganjuk dan Pengadilan Tinggi Jawa Timur, dalam dakwaan terlibat kasus terbunuhnya mantan Wakil Sekretaris Golkar Nganjuk Adam Malik.

Dalam persidangan itu, majelis hakim menyatakan keduanya tidak terbukti terlibat dalam pembunuhan tersebut. Akan tetapi pihak kejaksaan tetap berkeyakinan bahwa Suparman dan Sunarji ikut andil atas pembunuhan berencana terhadap Adam Malik. Hal ini berdasarkan alat bukti yang ada, baik itu berupa keterangan saksi-saksi dan petunjuk yang lainnya.

Kemudian, pihak kejaksaan mengajukan kasasi ke MA atas putusan pengadilan tersebut hingga akhirnya Sunarji dan Suparman divonis 18 tahun penjara. Hukuman Ini diberikan setelah dua eksekutor pembunuhan, Sukarno dan Imam Basori mengakui, bawah yang menyuruh mereka membunuh Adam Malik bukan Adi Wibowo, melainkan Suparman dan dibantu oleh Sunarji.

“Berdasarkan putusan MA RI No 823K/Pid/2011 tanggal 27 Oktober 2011 dan putusan PK MA RI No 823K/Pid/2012 tanggal 10 Oktober 2012, keduanya divonis bersalah dan dihukum penjara selama delapan belas tahun, sebelumnya dia diputus bebas di Pengadilan Negeri Nganjuk dan Pengadilan Tinggi,” terang Anggi.

Sejak perkara itu inkracht, kedua terdakwa baik Suparman maupun Sunarji menghilang. Suparman lebih dulu diringkus Kejari Nganjuk di tempat persembunyiannya yang ada di Malang. Kini giliran Sunarji mengalami nasib yang sama. Dia dibekuk di tempat persembunyiannya di Batulicin dan sempat menjadi sopir di toko material bangunan sebelum keberadaannya berhasil terdeteksi tim intelijen kejaksaan. (Jati)

Keterangan gambar : Sunarji, pelaku pembunuhan ditangkap pihak kejaksaan di Batu Licin kalimantan setelah DPO dua tahun

RedaksiHukum Kriminalburonan pembunuhan,sunarji
@dakitanews Nganjuk - Setelah berhasil menjebloskan Suparman ,67, terpidana kasus pembunuhan terhadap Adam Malik, mantan Kepala Desa Mancon Kecamatan Wilangan, Nganjuk Jumat (19/9) yang lalu, Kini bersama dengan tim intelijen gabungan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejari Batulicin Kalimantan, Kejari Nganjuk kembali berhasil membekuk terpidana lainnya dalam kasus yang sama,...