monumen_kapten_kasihinSABTU, 17 AGUSTUS 2013 14:34:46 – OLEH : JATI

ADAKITANEWS Nganjuk – Di hari Kemerdekan RI- ke 68, Tagana Kabupaten Nganjuk mengadakan upacara di rumah lokasi
tertembaknya pahlawan Kapten Kasihin, di Nganjuk Jawa Timur. Ssperti mengingatkan dan menghidupkan kembali pahlawan
kusuma bangsa Kabupaten Nganjuk yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten setempat.

Saat ini tempat bersejarah tidak terurus dan sekarang di jadikan rumah perkampungan masyarakat. Yasng membedakan
dilokasi tersebut ada penanda tentang ditembaknya pahlawan lokal tersebut.

Kapten Kasihin, lahir tahun 1917 di Tulung Agung anak dari juragan batik, berasal dari batalion Yon 22 Sriti. Dia
menjabat Dankie III, dan meninggal diusia 23 tahun. Gugur saat berjuang di Nganjuk pada tanggal 22-4-1949, jam 09.30
Wib ditembak Tentara Belanda di Dusun Tawang Sari Desa Tanjungrejo.

Pahlawan ini di tembak di tengah sawah. Kronologis pembantaian Kapten Kasihin, pada saat berjalan kearah utara Kapten
Kasihin diberitahu oleh mata-mata RI kalau di utara Belanda sudah masuk di perkampungan, namun Kasihin tidak
menghiraukan.

Dia tetap menuju utara dan tidak lama terdengar suara rentetan senjata ternyata Kasihin sudah bercucuran darah.
Kasihin terkena tembakan punggung sebelah kiri, lalu lari kearah selatan masuk ke rumah bapak Rasio dan minta air
kepada ibu Parmi,

Kasihin menyelinap di dalam kamar, namun tentara Belanda masih mencari terus. Tidak lama keberadaan Kasihin
diketahui. Langsung saja Belanda menembak Kasihin dan menghujani tusukan bayonet ke tubuhnya hingga tewas. Setelah
Kasihin meninggal, baru Belanda mengetahui kalau yang mati seorang berpangkat Kapten. Selanjutnya pasukan Belanda
menghormati jasad Kasihin dan menggambil pangkat dari pundaknya dan meninggalkan jasadnya begitu saja.

Kasihin selama di Tawang Sari menempati kamar Ibu Tarminah selama 3 bulan, rumah tersebut milik Bapak Poerwosoewito.
Jasad Kasihin dimakamkan berdekatan dengan Kopral Banggo di Desa Kedongombo, Kecamatan Tanjunganom. Adapun Tentara
yang ikut gugur seperjuangan dengan Kasihin adalah: Sersan Kuslan KI IV/SRITI. Sersan Amir KI IV/SRITI.

Kopral Banggo, Theles Staf Pertahanan Sipil/ Prajurit yang ditawan Belanda; Kopral Suwito, Prajurit Kasno, Sersan
Katsur sedangkan rakyat yang tewas; Supar, Sokip, dan 2 orang tidak dikenal identitasnya.

Selama berjuang pasukan RI makanannya dipasok oleh rakyat Kedong Ombo atas perintah Lurah Sudargo. Selama perjuangan
seluruh pemerintahan Kabupaten Nganjuk dipindah di Desa Kedong Ombo termasuk pejabat Kabupaten Nganjuk. Untuk
menjahui serangan Belanda, Bupati Nganjuk juga mengungsi di rumah masyarakat,

Untuk mengendalikan pemerintah Bupati Rm. Djojokoesoemo (Kanjen Jimad) dan patih dari Kedong Ombo, menurut Kabul,
saksi mata yang masih hidu pada @dakita.com anak dari Rasio dan Parmi,

Menurut Aris, Ketua Tagana Nganjuk kepada @dakita.com, Tagana sengaja memilih melakukan upacara peringatan HUT RI-KE
68, Karena menganggap Kapten Kasihin adalah salah satu, Pahlawan yang gugur di Nganjuk memperjuangkan NKRI, akan
tepapi kini sudah terlupakan.

Menurutnya, Pemerintah Daerah tidak pernah memperhatikan tempat sejarah dan hanya dibiarkan begitu saja, dan lokasi
tempat Kapten Kasihin meregang nyawa sekarang dijadikan perumahan penduduk. Padahal tempat yang mempunyai nilai
historis tersebut bisa diabadikan untuk penghormatan jasa, para pahlawan.

Harapan dari Tagana agar Pemerintah Kabupaten Nganjuk lebih peduli terhadap, tempat- tempat bersejarah di Kabupaten
Nganjuk, dan Rumah Pembantaian Kapten Kasin tersebut dirawat dan dilestarian dan bisa dijadikan Tempat Wisata.

Usai upacara di rumah tempat Pembantain Kapten Kasihin Tagana melakukan, Tabur Bunga, dan penghormatan pada arwah
Pahlawan Di Taman Pahlawan Nganjuk.(jati).

Keterangan gambar : Prasasti yang menadai lokasi ditembaknya Kapten Kasihin di Dusun Tawang Sari Desa Tanjungrejo
Kecamatan Patianrowo.

redaksiTokoh
SABTU, 17 AGUSTUS 2013 14:34:46 - OLEH : JATI ADAKITANEWS Nganjuk - Di hari Kemerdekan RI- ke 68, Tagana Kabupaten Nganjuk mengadakan upacara di rumah lokasi tertembaknya pahlawan Kapten Kasihin, di Nganjuk Jawa Timur. Ssperti mengingatkan dan menghidupkan kembali pahlawan kusuma bangsa Kabupaten Nganjuk yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat dan Pemerintah...