ADAKITANEWS, Blitar – Kekurangan sarana dan prasarana sekolah menjadi kendala utama untuk bisa melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hal itu pula yang menyebabkan ribuan siswa tingkat SMP di Kabupaten Blitar, terpaksa tidak bisa melaksanakan UNBK pada tahun 2018 ini.

Kasi Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Sugito mengatakan, berdasarkan data yang ada tahun 2018 ini, 3.373 siswa SMP di Kabupaten Blitar dipastikan tidak bisa mengikuti UNBK, sehingga mereka harus mengikuti ujian nasional berbasis kertas.

“Hal ini terjadi disebabkan kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki setiap lembaga sekolah seperti komputer, aliran listrik, serta jaringan internet yang digunakan dalam UNBK 2018,” kata Sugito, Rabu (21/02).

Lebih lanjut Sugito mengaku, meskipun pemerintah sudah memberikan kewenangan bagi lembaga sekolah yang belum mandiri atau belum memiliki sarana prasana bisa bergabung dengan lembaga sekolah lain, namun untuk 54 lembaga sekolah di Kabupaten Blitar ini, masih terkendala transportasi untuk menjangkau sekolah lain dalam melaksanakan UNBK 2018.

“Untuk lembaga sekolah di Kabupaten Blitar yang masih melaksanakan UNKP pada tahun 2018 ini, kita harapkan pada tahun 2019 mendatang bisa mengikuti UNBK,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Sugito, Kasi Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/02/adakitanews20180221_215148.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/02/adakitanews20180221_215148-150x150.jpgREDAKSIPendidikanadakitanews,Berita,blitar,unbk
ADAKITANEWS, Blitar - Kekurangan sarana dan prasarana sekolah menjadi kendala utama untuk bisa melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hal itu pula yang menyebabkan ribuan siswa tingkat SMP di Kabupaten Blitar, terpaksa tidak bisa melaksanakan UNBK pada tahun 2018 ini. Kasi Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Sugito mengatakan,...