1412156873983id203131@dakitanews Kediri– Kesal karena hutang tak kunjung dibayar dan sering dijanjikan akan dibayar tetapi tidak pernah kesampaian, Senin (29/9) malam sekitar pukul 21.00 WIB, Subroto, 40, warga Dusun Parerejo, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri dan tiga orang rekannya, nekat mengeroyok rekan bisnisnya yakni Sunaji, 43, warga Dusun Recoputul, Desa Gayam, Kecamatan Gurah. Kini, kasus pengeroyokan tersebut ditangani di Mapolsek Gurah.

Informasi yang dihimpun @dakitanews.com, peristiwa pengeroyokan bermula saat pelaku dan ketiga temannya mencari korban untuk menagih hutang jual beli truk senilai 48 juta rupah. Akhirnya pelaku menemukan korban di rumah, Mundir, saudara korban di Dusun Candi Desa Adan-adan Kecematan Gurah.

Korban yang berkelit tak mau membayar hutang membuat pelaku naik pitam. Pelaku yang saat itu sedang mabuk bersama tiga temannya langsung menganiaya korban dengan menggunakan potongan batu bata, bambu ukuran satu meter, dan sebilah senjata tajam. Akibat kejadian itu, Sunaji mengalami luka parah di bagian kepala, raut wajah dan telapak tangan sebelah kiri. Warga yang mengetahui, langsung membawa korban ke Rumah Sakit Siti Khodijah untuk mendapat perawatan intensif dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Keempat pelaku sempat melarikan diri ke rumah masing-masing. Namun dari hasil keterangan korban, petugas berhasil meringkus Subroto dan Istadi temannya warga Dusun Sawahan Desa Watu Gedhe Kecamatan Puncu, Selasa (30/9) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Sementara itu kedua pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Subroto saat ditemui di Mapolsek Gurah mengatakan nekat melakukan pengeroyokan jengkel karena hutangnya tak kunjung dibayar.

“BPKBnya masih belum diberikan. Dan uangnya juga tak kunjung diberi rencananya uang itu saya buat sewa lahan,” jelas pelaku.

Kapolsek Gurah AKP Totok BH, melalui Kanit Reskrim Aiptu, Sarwo Edy mengatakan kedua pelaku saat ini sudah diamankan. Sementara dua lainnya masih buron.” Antara pelaku dan korban sekitar tiga bulan yang lalu melakukan transaksi jual beli truk. Barang bukti berupa senter sempat dibuang ke sungai, namun sudah diamankan. Pelaku kami jerat pasal 170 KUHP ayat 2 tentang pengeryokan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara ,” jelas Aiptu Sarwo Edi.(gar/alex)

Keterangan Gambar :

RedaksiHukum Kriminal
@dakitanews Kediri- Kesal karena hutang tak kunjung dibayar dan sering dijanjikan akan dibayar tetapi tidak pernah kesampaian, Senin (29/9) malam sekitar pukul 21.00 WIB, Subroto, 40, warga Dusun Parerejo, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri dan tiga orang rekannya, nekat mengeroyok rekan bisnisnya yakni Sunaji, 43, warga Dusun Recoputul,...