ADAKITANEWS, Kota Blitar – Paralon, nama yang akrab kita dengar biasanya digunakan dalam pembuatan sistem pengairan maupun kelistrikan. Secara alamiah, pipa ini memiliki sifat tidak membusuk dan tidak berkarat serta tidak gampang rusak. Namun ternyata paralon bisa memiliki nilai seni tinggi jika sudah berada ditangan AW Widodo, lelaki yang kini berusia 44 tahun dan tinggal di Perumahan Bengawan Solo Regency Blog G Nomor 2, Kelurahan Pakunden Kota Blitar.

========

Bagaimana tidak, lelaki yang akrab dipanggil Willy ini mampu membentuk paralon menjadi barang yang memiliki nilai seni. Sebut saja seperti lampu, asbak, gelang, vas bunga, mebel, kursi, dan masih banyak barang lainnya terbuat dari paralon. Bahkan, tidak hanya dari paralon baru, paralon bekas pun mampu disulap menjadi barang-barang bernilai seni, dan tentu juga lebih bermanfaat.

Saat Tim Adakitanews.com mendatangi rumahnya, terlihat banyak sekali barang-barang kerajinan yang terbuat dari paralon. Sepintas, orang tidak akan menyangka jika bahannya dari paralon. Saat ditanya awal mula bisa membuat ide ini, Willy mengaku berawal dari iseng-iseng. Willy yang berprofesi sebagai pemborong bangunan ini awalnya melihat ada sisa-sisa paralon yang dinilainya mubazir jika harus dibuang. Akhirnya, ia berinisiasi untuk membuat wadah lampu dari sisa paralon tersebut.

“Saya menekuni membuat kerajinan dari paralon ini sekitar 1,5 tahun. Awalnya memang iseng-iseng. Dari situ, ketika saya membuatnya ternyata banyak tetangga saya yang ingin dibuatkan. Jadi saya termotivasi untuk terus membuatnya,” kata lelaki kelahiran Malang ini.

Willy menuturkan, kini dirinya mampu membuat 63 jenis kerajinan. Bentuknya kebanyakan dari idenya sendiri. Namun tak jarang juga idenya berasal dari pemesan. Sementara itu, kerajinan yang dibuat oleh Willy ini mempunyai ciri khas tersendiri, yakni pada ukirannya. Menurutnya, dari 2 pengrajin paralon lainnya yang ada di Jawa Timur yakni Banyuwangi dan Mojokerto, hasil kerajinannya lah yang memiliki ciri khas di ukirannya.

“Semuanya memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Kalau saya memang unggul di ukirannya. Karena saya membuatnya dengan menggunakan alat buatan saya sendiri. Memang alatnya memakai bor, tetapi mata bornya saya buat sendiri dari kuningan,” jelas bapak 2 orang anak ini.

Selain memasarkan melalui pameran-pameran, Willy juga memasarkannya melalui media online. Hasilnya, kini kerajinan yang dibuatnya sudah banyak pemesan, mulai dari dalam hingga luar negeri. Untuk dalam negeri pemesan diantaranya dari Bali, Malang, Yogjakarta, Tangerang, hingga Tarakan Kalimantan Timur. Sedangkan luar negeri pemesan ada dari Malaysia dan Brunei.

“Harganya mulai dari Rp 5 ribu seperti gelang, hingga Rp 1,6 juta seperti mebel dan kursi. Kalau lampu harganya Rp 65 ribu – Rp 450 ribu. Jadi omzet saya selama sebulan, ya sekitar Rp 25 juta,” ungkapnya.

Willy menambahkan, paralon yang sering digunakan berukuran 3 – 4 inci, yang biasa digunakan untuk membuat kerajinan lampu. Sedangkan pembuatannya sendiri dengan cara dibakar, dibentuk, baru diwarnai.

“Saya membuat kerajinan ini sendirian. Sebenarnya saya ingin merekrut tenaga pembantu, tapi saat ini saya belum memiliki tempat yang memadai. Jadi saat banyak pesanan, saya harus meminta bantuan untuk membuat dasarnya. Semoga kedepan saya segera memiliki tempat yang memadai,” harapnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: A.W. Widodo alias Willy, saat menunjukkan hasil karyanya dari paralon di rumahnya.(foto : fathan)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/01/210118-fat-blitar-parlon-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/01/210118-fat-blitar-parlon-150x150.jpgREDAKSIEkbisadakitanews,Berita,blitar,paralon
ADAKITANEWS, Kota Blitar - Paralon, nama yang akrab kita dengar biasanya digunakan dalam pembuatan sistem pengairan maupun kelistrikan. Secara alamiah, pipa ini memiliki sifat tidak membusuk dan tidak berkarat serta tidak gampang rusak. Namun ternyata paralon bisa memiliki nilai seni tinggi jika sudah berada ditangan AW Widodo, lelaki yang...