Tanaman Jagung Dan Padi Milik Petani Diserang Hama Tikus

17

Kediri(adakitanews.com)—Puluhan petani melakukan pembasmian hama tikus di area persawahan desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Kamis pagi (23/1/2020). Hal itu dilakukan untuk menekan jumlah populasi tikus yang mulai menyerang tanaman petani.

Pemusnahan ini para petani tidak menggunakan racun atau senjata tajam, melainkan dengan sistem pengasapan. dengan metode pengasapan ini maka hama tikus akan mati dengan sendirinya didalam lubang. Karena terkena asap campuran dari belerang, sehingga bangkai tikus tidak berceceran dimana mana.

Camat Ngasem Ary Budiono mengatakan kegiatan ini dilakukan merupakan tindak lanjut dari laporan para petani mengenai banyaknya tanaman padi maupun jagung yang mulai rusak akibat hama tikus.

“Serangan hama tikus biasanya muncul di awal musim tanam. Dengan harapan pengasapan ini jumlah populasi tikus dapat berkurang,”

Penggunaan bom asap dan semprotan gas belerang bercampur solar, dinilai cukup efektif dalam pembasmian hama tikus. Pembasmian dengan teknik pengasapan ini juga tidak merusak lingkungan.

“Teknik ini sangatlah efektif karena tidak merusak lingkungan,” ungkapnya.

Ary menuturkan, di Kecamatan Ngasem kususnya didesa Paron, tanaman milik petani sekitar 5 persennya sudah terkena serangan hama tikus. Tanaman itu padi dan jagung. Akibatnya, tanaman padi dan jagung tidak bisa tumbuh secara normal dan mati. Karena tangkai daun tanaman habis dimakan tikus.

“Rencananya kegiatan pembasmian hama dengan sistem pengasapan seperti ini akan dilakukan secara bertatap, sehingga tanaman petani tidak rusak,” ujarnya.(gar).