Tawuran Antar Desa, Hujan Batu Dan Kayu

1243

ADAKITANEWSGegeranGegeran-9, Madiun – Hujan batu dan kayu mewarnai tawuran antar desa di jalan r Madiun Ponorogo, tepatnya di Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Minggu (4/1) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Tawurn dipicu saling ejek antar pengendara motor yang membunyikan motor dengan suara kencang.

Perang batu dan kayu itu melibatkan dua desa yang bedekatan, yakni Desa Purworejo dan Desa Jatisari. Tawuran bermula dari sejumlah pemuda Desa Purworejo yang membunyikan kendaraan bermotor sangat kencang di jalan raya wilayah Desa Jatisari.

Bunyi suara kendaraan yang memekakan telinga itu memicu kemarahan pemuda Desa Jatisari yang akhirnya berujung saling ejek. Bukan hanya itu, selang beberapa waktu, sejumlah pwmuda Desa Purworejo kembali datang dan melempari warga dan pemuda di Desa Jatisari dengan batu dan kayu. Belum diketahui secara pasti jumlah korban dan keerugian akibat tawuran antar desa tersebut.

“Tidak berselang lama sejumlah pengendara motor menyerang sejumlah remaja tengah duduk sekitar gerobak, sambil melempari batu. Untung istri saya yang berada di tempat itu dapat lari dan tidak terkena lemparan batu. Namun, gerobak susu dan jualan lain hancur, kerusakan ditaksir Rp 3 juta, mas,” ujar Mustaqim, Warga Desa Jatisari, pemilik gerobak susu yang hancur akibat serang batu dan kayu.

Serangan itu pun mendapat perlawanan dar warga desa setempat. Aksi saling lempar batu dan kayu dari kedua kubu berlangsung sekitar 7 menit. Hingga merambah sekitar 100 meter dari mapolsek Geger. Aksi mereda setelah salah satu kubu mundur dan meninggalkan lokasi tawuran.

“Saya dan teman-teman tengah duduk-duduk disekitar gerobak susu, mendadak diserang dengan batu. Memang, sebelumnya sempat terjadi saling ejek, akibat ada pengendara motor bleyer-bleyer motor didepan kami. Ya kami akhirnya melawan mereka, ugkap salah seorang warga Desa Jatisari yang mengaku menjadi korban penyerangan.

Kapolres Madiun AKBP Denny Setya Nugraha Nasution memerintahkan Kapolsek Geger AKP Basuki mengumpulkan tokoh masyarakat, agama dan pemuda dari kedua desa di aula Mapolsek Geger, untuk mencegah terjadinya bentrok susulan. Setelah semua berkumpul dengan hadiri seluruh unsur Muspika Geger, dilakukan mediasi didepan Kapolres Madiun sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolres meminta warga kedua belah pihak tidak terpancing isu penanganan kasus itu berat sebelah. Sebab menurut Kapolres, pihaknya , tidak bersikap memihak salah satu warga desa. Sebanyak 9 orang daribkedua belah kubu diperiksa dalam kasus ini.

“Saya berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi, hanya karena ditegur mengendarai motor dengan membunyikan suara keras, lalu terjadi saling ejek diikuti tawuran dengan mengerahkan massa. Diikuti terjadi pengrusakan terhadap penjual susu tidak tahu menahu permasalahan, masalah ini kami tangani secara proporsional dan professional,” ujar Kapolres Madiun serius. (UK)

Keteragan Gambar : Kapolres Madiun AKBP Denny Setya Nugraha Nasution didampingi Kapolsek Geger AKP Basuki serta unsur Muspika Geger, aat melihat lokasi pecahnya tawuran antar desa.