ADAKITANEWS, Jombang – Seiring berkembangnya arus informasi dan teknologi di era digital sekarang, membawa arus perubahan pada kultur politik maupun psikologi pemilih.

Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan berlangsung pada 2019 mendatang, dapat dipastikan akan memanfaatkan alat komunikasi berbasis digital untuk mempengaruhi psikologi pemilih. Hal tersebut ditegaskan oleh Dosen Pasca Sarjana Universitas Darul’Ulum (Undar) Kabupaten Jombang, Prof Dr H Tadjoer Ridjal.

Saat ditemui di kantor pasca sarjana Undar, Prof Dr H Tadjoer Ridjal mengatakan bahwa arus informasi dan teknologi informasi sangat mempengaruhi sikap dan psikologi para pemilih. “Siapa yang bisa memanfaatkan teknologi informasi itu yang bisa mempengaruhi psikologi pemilih hari ini,” ujar Prof Dr H Tadjoer Ridjal, Sabtu (20/01).

Ia juga mengatakan bahwa dengan era digital dengan perubahan arus informasi yang begitu modern dan cepat membawa perubahan budaya dalam dunia politik. Prof Dr H Tadjoer Ridjal menyebutkan bahwa dulu orang menentukan keputusan selalu melalui pertimbangan kelompok. Seiring berkembangnya teknologi, lanjut Prof Dr H Tadjoer Ridjal, orang cenderung memutuskan secara individu secara cepat.

“Dulu sebelum ada HP, orang selalu memutuskan keputusan melalui pertimbangan kelompok. Sekarang orang cenderung memutuskan secara individu secara cepat tanpa bergantung dengan siapapun, itu karena dipengaruhi teknologi,” tuturnya.

Saat disinggung mengenai pengaruh budaya lokal Jombang terhadap psikologi pemilih, Prof Dr H Tadjoer Ridjal kembali menegaskan bahwa budaya tersebut mulai berkurang pengaruhnya terhadap psikologi pemilih. Ia menjelaskan, budaya Jombangan merupakan budaya hibrid yang terdiri dari dua budaya yakni budaya santri (ijoan) dan non santri (abangan). Tetapi, lanjutnya, budaya hibrid tersebut kini mulai bergeser dengan berkembangnya teknologi informasi.

“Perkembangan teknologi membuat perubahan yang luar biasa karena bisa memutuskan secara individu secara cepat. Dalam munculnya teknologi ini secara sosiologi kultural, masyarakat mengalami benturan pemikiran. Dari satu sisi masyarakat kita terbangun dari kultur hirarkis, tetapi dengan munculnya teknologi menjadi individualis. Jadi ideologi maupun budaya kini tidak berpengaruh,” pungkas Prof Dr H Tadjoer Ridjal.(ar)

Keterangan gambar: Dosen Pasca Sarjana Universitas Darul’Ulum (Undar) Kabupaten Jombang, Prof Dr H Tadjoer Ridjal.(foto: adi rosul)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/01/210118-ar-jombang-undar-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/01/210118-ar-jombang-undar-150x150.jpgREDAKSITokohadakitanews,Berita,jombang,Pemilu,pilkada,undar
ADAKITANEWS, Jombang - Seiring berkembangnya arus informasi dan teknologi di era digital sekarang, membawa arus perubahan pada kultur politik maupun psikologi pemilih. Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan berlangsung pada 2019 mendatang, dapat dipastikan akan memanfaatkan alat komunikasi berbasis digital untuk mempengaruhi psikologi pemilih. Hal...