2015-08-30_18.21.28

ADAKITANEWS, Ngawi – Tepo merupakan makanan khas dari Kabupaten Ngawi. Dimana makanan ini, bahan bakunya mirip dengan lontong di daerah Nganjuk maupun Kediri dan sekitarnya. Perbedaannya terletak dari bentuk Tepo yang dibungkus daun pisang namun tidak lonjong memanjang. Tepo ini dibungkus dengan daun pisang, tapi bentuknya menyerupai Kubah segitiga.

Kelezatan Tepo dibandingkan dengan lontong, yakni sajiannya. Irisan Tepo akan disajikan bersama toge, potongan tahu goreng, rajangan halus kol, dan siraman kuah yang manis asam segar ditaburi dengan kacang tanah yang digoreng. Seperti biasa, Tepo akan semakin lezat jika ditamban kecap manis. Rasanya akan semakin mak nyuussss.

Di beberapa desa di Kabupaten Ngawi, tepo kecap ini dijual laris di pasaran. Bahkan, Tepo terus bersaing dengan nasi pecel dan bubur sumsum. Jika kita berkunjung di Kabupaten Ngawi, Mbok-Mbok penjual makanan akan menyandingkan mereka bertiga dalam satu rumah makan atau warung.

Berikut ini resep dan proses pembuatan Tepo/Lontong Tahu Kecap

Bahan tepo/lontong:

500 gram beras, cuci bersih tiriskan
20 lembar daun pisang, dilap kedua sisinya hingga bersih, layukan. Saya biasanya memasukkannya ke dalam dandang kukusan dengan air yang mendidih sebentar.

Bahan Kuah dan Pelengkap:
– 5 potong tahu putih, ukuran 5 x 5 cm, garami dan goreng hingga kecoklatan.
– 200 gram kol, rajang halus
– 100 gram tauge, siram air panas, tiriskan
– 1 batang seledri cincang halus
– 200 gram kacang tanah, goreng hingga kecoklatan.
– 1 siung bawang putih
– 1 sendok makan gula jawa
– 1 ruas jari lengkuas
– 2 lembar daun salam
– 1/2 sendok teh cuka
– 1/2 sendok teh garam
– 1 buah tomat segar, cincang kasar
– 4 siung bawang merah, iris dan goreng untuk taburan
– Kecap manis secukupnya
– Air + 300 ml

Cara Membuat tepo:
Bisa membuatnya seperti membuat lontong biasa, tumpuk 2 lembar daun dengan daun bagian atas sisi hijau menghadap ke atas agar warna lontong menjadi hijau. Semat salah satu ujungnya dengan lidi kemudian isi beras kira-kira separuh panjang lontong.

Ketuk-ketuk lontong sehingga beras memadat kemudian semat bagian ujung lontong lainnya dengan lidi jangan lupa sisakan ruang karena beras akan mengembang. Agar beras menjadi lontong dan bukannya nasi, jangan mengisi beras terlalu banyak dan usahakan jangan sampai ada daun pisang yang robek atau bocor sehingga beras keluar dari lontong.

Cara membungkus versi lainnya adalah tumpuk dua daun menjadi satu, dengan daun bagian atas sisi hijau menghadap keatas. Taruh kira-kira 3 sendok makan beras. Tekuk daun sebelah kiri dan kanan, kemudian masing-masing ujung  kita tekuk kebelakang seperti ketika hendak membungkus kue nagasari/kue pisang. Semat dengan lidi pada pertemuan kedua ujung daun agar tidak terlepas.

Siapkan dandang/panci besar, alasi permukaannya dengan dua lembar daun pandan yang dipotong-potong.  Tata lontong & tepo di dalamnya dengan posisi tidur, siram dengan air mendidih hingga semua permukaan lontong tertutup air.

Rebus dengan api besar kira-kira 1 jam,  jaga supaya air tidak sampai habis. Jangan buka tutup panci selama perebusan dengan api besar. Matikan api biarkan lontong selama 1/2 jam. Kemudian rebus kembali selama 1/2 jam. Angkat lontong, siram dengan air dingin dan tiriskan dengan posisi berdiri. Biarkan hingga benar-benar dingin.

Cara Membuat Kuah Gula Merah:
Haluskan bawang putih dan gula merah kemudian didihkan air, masukkan bumbu halus, garam, salam dan lengkuas. Masak selama 2 menit. Matikan api dan angkat.

Tuang kuah di mangkuk, tambahkan cuka. Sisihkan.

Sekarang cara menyajikannya.
Siapkan piring atau mangkuk. Isi piring dengan tepo yang telah dipotong-potong, tambahkan irisan kol, tauge dan seledri.  Taruh diatasnya potongan tahu goreng yang diiris tipis. Siram dengan kuah gula merah & kecap manis, taburi dengan kacang tanah, bawang goreng dan tomat segar yang dicincang kasar. Lengkapi dengan sambal rebus dan kecap asin.

Sambal rebus:
Cabai rawit 5 butir, bawang putih 1 siung, rebus hingga empuk dan tiriskan. Haluskan, kemudian cairkan dengan 5 sendok kuah Tepo. Hmm, yummy! (cep).

Keterangan Gambar : Tepo, makanan khas ngawi yang mirip lontong saat disajikan.

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/08/2015-08-30_18.21.28.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/08/2015-08-30_18.21.28-150x150.jpgRedaksiKulinerkecap,ngawi,Tepo
ADAKITANEWS, Ngawi - Tepo merupakan makanan khas dari Kabupaten Ngawi. Dimana makanan ini, bahan bakunya mirip dengan lontong di daerah Nganjuk maupun Kediri dan sekitarnya. Perbedaannya terletak dari bentuk Tepo yang dibungkus daun pisang namun tidak lonjong memanjang. Tepo ini dibungkus dengan daun pisang, tapi bentuknya menyerupai Kubah segitiga. Kelezatan...