ADAKITANEWS, Nganjuk – Dugaan keterlibatan penguasa Pemkab Nganjuk dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kain batik PNS semakin menguat. Bahkan, Kejaksaan Negeri Nganjuk mengaku telah memeriksa istri Bupati Nganjuk, Dra Ita Tri Wibawati. Tidak hanya itu, wanita yang akrab disapa Bunda Ita tersebut juga rencananya bakal dihadirkan dalam persidangan selanjutnya.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Nganjuk, Anwar Risa Zakaria mengatakan jika pihaknya sudah memeriksa Bunda Ita sebanyak dua kali. “Sudah dua kali diperiksa oleh Kejari, dan sudah dijadwalkan untuk hadir di persidangan selanjutnya. Agendanya membuka rekaman percakapan antara Bunda Ita dan Sunartoyo, selaku penyedia barang,” ungkapnya, Selasa (27/09).

Ditambahkan Anwar, bahwa dalam dakwan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah sangat jelas menunjukkan peran Bunda Ita terkait pengadaan dan perencanan anggaran kain batik. “Kita sudah berusaha. Tinggal nanti bagaimana, majelis yang akan menentukan. Siapa aktor inisiatornya tergantung nanti,” imbuh anwar.

Sementara itu, Luqman Surya, Seniman Sastrajendra asal Nganjuk juga berkomentar terkait keterlibatan Bunda Ita dalam proses pengadaan seragam hari – hari tertentu PNS Kabupaten Nganjuk. Menurut Lukman, hal itu diperkuat oleh pernyataan Masduqi bahwa proyek pengadaan seragam hari – hari tertentu batik adalah atas permintaan Bunda Ita dan atas persetujuan dewan. “Pengadaan (kain batik,red) itu adalah atas permintaan Bu Ita,” terang Luqman di sanggar seni Sastrajendra, Lestari Patianrowo, Senin (26/09).

Lebih lanjut Luqman menyampaikan, kalaupun Ita Tri Wibawati diduga terlibat dalam proses pengadaan, hal itu wajar mengingat posisi strategisnya di sejumlah organisasi di Kabupaten Nganjuk. Luqman pun berharap agar para penegak hukum di Kabupaten Nganjuk bersikap adil dan menerapkan hukum secara substansial. ”Untuk itu kita harus mengawal agar proses hukum berjalan proporsional dan transparan,” pungkas Dosen Sastra Ingris ini.

Informasi yang dihimpun Tim Adakitanews.com, istri Bupati Nganjuk yang juga merupakan Sekretaris Daerah Jombang merupakan sosok wanita aktif di berbagai kegiatan sosial. Selain itu, ia juga menduduki jabatan strategis di sejumlah organisasi. Diantaranya sebagai Ketua Dewan Kesenian Daerah (Deskranasda), Ketua PKK kabupaten Nganjuk, Bunda PAUD, Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Nganjuk, dan Ketua Gerakan Pengentasan Gizi Buruk (Gentasibu).(Jati)

Keterangan Gambar: Bunda Ita, saat mengikuti acara bersama Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman.(Foto : Bagus Jatikusumo)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2016/09/Bu-Ita-Bu-Bupati-20160926_224402.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2016/09/Bu-Ita-Bu-Bupati-20160926_224402-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,batik,Berita,bunda ita,bupati nganjuk,kejaksaan negeri nganjuk,korupsi,nganjuk
ADAKITANEWS, Nganjuk – Dugaan keterlibatan penguasa Pemkab Nganjuk dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kain batik PNS semakin menguat. Bahkan, Kejaksaan Negeri Nganjuk mengaku telah memeriksa istri Bupati Nganjuk, Dra Ita Tri Wibawati. Tidak hanya itu, wanita yang akrab disapa Bunda Ita tersebut juga rencananya bakal dihadirkan dalam persidangan...