Tiga Tersangka Kasus Pengadaan Seragam Batik Ajukan Penangguhan Penahanan

1072

ADAKITANEWS, Nganjuk – Setelah ditetapkan sebagai tersangka, tiga dari empat tersangka kasus pengadaan seragam batik tahun anggaran 2015 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 3,1 miliar, kini melakukan upaya penangguhan penahanan.

Tiga tersangka tersebut masing-masing Sekda Nganjuk, Masduqi selaku pejabat pengguna anggaran proyek, Direktur CV Ranusa, Edi Purwanto selaku pemenang lelang proyek seragam batik, dan Direktur PT Delta Inti, Sunartoyo selaku rekanan CV Ranusa.

Surat pengajuan penangguhan penahanan saat ini telah disampaikan kepada Kejari Nganjuk. Tetapi hingga berita ini ditulis, Kejari Nganjuk belum memberikan jawaban.

Seperti disampaikan Kasi Intelijen Kejari Nganjuk, Anwar Risa Zakaria kepada Tim Adakitanews.com di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya telah menerima surat pengajuan penangguhan penahanan dari tiga tersangka kasus batik. Tetapi pihaknya masih mempelajari surat permohonan tersebut. “Tunggu saja hasil dari keputusan tim kami. Saat ini kami masih mempelajari permohonan penangguhan penahanan tersebut,” jawabnya.

Ditambahkan oleh Anwar, ini merupakan hak para tersangka. Tetapi pihaknya tidak begitu saja menyetujui penangguhan penahanan tersebut. ”Kami akan melihat apa alasan dari mereka mengajukan penangguhan penahanan,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Nganjuk akhirnya menetapkan tersangka pada kasus penyimpangan pada proyek pengadaan kain batik seragam khas hari tertentu senilai Rp 6,050 miliar dari APBN Perubahan tahun 2015. Setelah sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap 35 saksi, kejaksaan menetapkan empat tersangka dalam kasus ini.

Dalam jumpa pers Jumat (29/04), Tim Satgas Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Negeri Nganjuk secara resmi merilis nama-nama tersangka dalam penyidikan kasus korupsi pengadaan seragam batik PNS Kabupaten Nganjuk. Kejaksaan menetapkan 4 nama tersangka. Dimana salah satunya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk, Masduqi. Ia ditetapkan sebagai tersangka terkait posisinya sebagai pejabat pengguna anggaran pada proyek tersebut.

Selain itu kejaksaan juga menetapkan tiga tersangka lainnya yang merupakan direktur tiga perusahaan yang ikut menangani pekerjaan pengadaan kain seragam batik tersebut. “Empat tersangka, inisial MDQ (Sekda Masduqi), STY, EPW dan MMS (direktur rekanan),” ujar Kajari Nganjuk, Umar Zakar dalam rilis resmi di Gedung Kejari Nganjuk Jumat (29/04) sore.

Dalam keterangannya Kajari menyebut, kerugian nrgara yang ditimbulkan akibat pelanggaran itu adalah sebesar Rp 3,1 miliar, atau setengah dari nilai total proyek.(Jati)

Keterangan Gambar: Sekda Nganjuk, Masduqi saat ditangkap petugas Kejaksaan Negeri Nganjuk beberapa waktu lalu.