F-suasana pertemuan warga terdampak dan anggota dewan serta wabup Nganjuk, di ruang DPRDF-surat pernyataan penolakan penutupan lokalisasi guyangan, yang ditandatangani perwakilan warga terdampak.@dakitanews, Nganjuk – sekitar 15 orang perwakilan warga terdampak di lokalisasi Guyangan Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, mendatangi Kantor DPRD Nganjuk, Senin (8/12) pukul 10.00 Wib pagi. Warga menolak penutupan lokalisasi Guyangan tanpa memberi solusi yang jelas pasca penutupan.

Perwakilan warga terdampak ini terdiri dari tukang becak, tukang cuci, tukang pijat, pembantu rumah tangga, pemuda, pemilik toko, pemilik warung, pekerja bank harian (KSP), para pedagang es oyen,  bakso, sate ayam/kambing, soto, kembang, sayuran, mie/nasi goreng, salon keliling, tukang jahit sepatu sandal, jahit baju celana, hansip dan satpam serta tukang parkir yang berada di Lokalisasi Guyangan. Mereka menyampaikan aspirasinya ke Dewan, menolak penutupan Lokalisasi Guyangan yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga tempat mengais rejeki.

Perwakilan yang dimotori oleh Pujo Prasetyo Ketua RT 02/02 dan Sukarno Ketua RW 02 lingkungan Kampungbaru Kelurahan Guyangan Kecamatan Bagor ini, menyampaikan surat pernyataan yang ditanda tangani beberapa perwakilan warga tertanggal 8 desember 2014.

Menurut Sukarno, Ketua RW 02 lingkungan Kampungbaru, Kelurahan Guyangan Kecamatan Bagor, menerangkan bahwa dia bersama sekitar 15 perwakilan warga terdampak Lokalisasi Guyangan mendatangi kantor DPRD untuk menyampaikan aspirasi, “Kami datang ke kantor dewan bermaksud menemui ketua DPRD menyampaikan aspirasi dan keinginan warga terdampak,” terang Sukarno.

Selanjutnya surat pernyataan dan aspirasi mereka disampaikan ke anggota DPRD Nganjuk, yang menemuinya. Mereka ditemui perwakilan dari Partai PDIP antara lain Tatit Heru Cahyono, Sunaryo dan  Nurwadi Nurdin serta wakil Bupati Nganjuk Abdul Wakid Badrus.

Dalam penyampaiannya kepada warga terdampak, Wakil Bupati Nganjuk Abdul Wakid Badrus berjanji akan menyampaikan aspirasi warga terdampak ini pada Bupati Nganjuk Taufiqurrahman.

Sementara itu Anggota DPRD Nganjuk dari PDIP yang juga menjabat Sekretaris Komisi D, Sunaryo mengatakan bahwa pada dasarnya dia bisa memaklumi apa yang menjadi keinginan warga terdampak ini. Sedangkan Anggota DPRD dari PDIP lainnya, Nurwadi Nurdin mengatakan, pada intinya dia juga tidak setuju dengan penutupan lokalisasi tersebut, namun ini sudah menjadi sebuah keputusan.

Namun yang paling penting menurut para wakil rakyat tersebut adalah bagaimana mencari solusi terhadap warga terdampak ini pasca penutupan lokalisasi. Sebab secara legal formal lokalisasi Guyangan sebenarnya sudah ditutup sejak Pemerintahan Bupati Nganjuk sebelumnya (Bupati Siti Nurhayati, sekitar  tahun 2006..red). Namun sampai saat ini lokalisasi Guyangan masih beroperasi.

“Inilah yang dinamakan pengertian sosial, dimana kita saling pengertian dan tidak saling mempermalukan satu sama lainnya. Jadi warga terdampak masih bisa beraktifitas namun pemerintah juga tidak mengambil tindakan,” terang Nurdin.

Usai menyampaikan aspirasinya, perwakilan warga terdampak ini meninggalkan Kantor DPRD.

Ditemui @dakitanews.com Pujo Prasetyo ketua RT 02/02 warga setempat, mengatakan, pihaknya masih menelaah hasil pertemuan hari ini. “Kami masih evaluasi hasil pertemuan hari ini, selanjutnya kami akan rembugkan dulu dengan warga terdampak lainnya untuk menentukan langkah yang harus kami lakukan ke depan. Jadi kita tunggu saja dulu,” terang pujo. (Kmto/jati)

Keterangan Gambar: Warga Guyangan saat  mendatangi DPRD menolak penutupan lokalisasi

REDAKSIDaerahPolitiklokalisasi guyangan
@dakitanews, Nganjuk - sekitar 15 orang perwakilan warga terdampak di lokalisasi Guyangan Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, mendatangi Kantor DPRD Nganjuk, Senin (8/12) pukul 10.00 Wib pagi. Warga menolak penutupan lokalisasi Guyangan tanpa memberi solusi yang jelas pasca penutupan. Perwakilan warga terdampak ini terdiri dari tukang becak, tukang cuci, tukang pijat,...