Tradisi Ambengan Bulan Rejeb

1495

ADAKITANEWSwarga selamatan usai sholat jamaah maghrib,, Nganjuk – Dihampir seluruh pelosok pedesaan, masyarakat masih memegang teguh tradisi ambengan bulan Rejeb atau yang lebih dikenal dengan bulan Rajab.

Tradisi ambengan yakni seluruh warga masing-masing selamatan di masjid atau di mushola kampung. Pelaksanaannya dilakukan setelah menunaikan sholat maghrib berjamaah.

Tradisi ini dilakukan warga sebagai bentuk syukur atas berkah yang diberikan oleh yang maha kuasa di bulan rejeb ( Rajab-red). Pelaksaan ambengan dilakukan pada hari besar agama Islam yakni Hari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Dalam Kalender Hijriyah, hari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dilaksanakan setiap tanggal  27 bulan Rajab. “Untuk tahun ini dalam kalender Masehi, hari Isra’ Mi’raj jatuh pada tanggal 16 Mei 2015 atau 27 Rajab 1436 Hijriyah,” terang Moch Suyitno  tokoh agama wilayah Kecamatan Bagor.

Moch. Suyitno menambahkan bahwa Isra Miraj merupakan bagian kedua dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam. “Karena pada peristiwa inilah beliau mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam,”imbuh guru Ngaji yang juga Ketua Majelis Takmir Al Karim Desa Girirejo Kecamatan Bagor.

Warga datang berbondong-bondong membawa sedekah makanan ke masjid maupun mushola, ini adalah tradisi Jawa Islam yang telah membudaya sejak Islam masuk ke Tanah Jawa. “Inilah salah satu cara siar agama Islam di pulau Jawa yang dulu sering dilakukan oleh wali yang dimotori oleh Sunan Kalijaga dan hingga kini masih di lestarikan.” ujarnya (Kmto/jati)

Keterangan Gambar : Peringatan Isra’ Mi’ray di salah satu masjid di Nganjuk