buta@dakitanews Nganjuk – Bagi Musirin ,26, warga Dusun Mambang Desa Bareng Kecamatan Sawahan, Nganjuk memiliki keterbatasan fisik bukan suatu halangan untuk dirinya bermalas-malasan dan tidak bekerja. Meski ditakdirkan buta, tapi Musirin seperti dianugerahi Mata Tuhan yang menuntunnya menjalani kehidupannya. Dia mampu memperbaiki perangkat barang elektronik padahal hal itu sangat tidak masuk akal dilakukan orang yang memiliki keterbatasan fisik sepertinya.

Tentu tidak mudah Mata Tuhan itu didapatnya. Ia harus bekerja keras, semangat belajar, berdoa dan tawakkal seakan membuat Sang Penguasa memurahkan pencahayaan batiniah untuknya.

Dengan ketekunannya, Musirin mampu menjalankan pekerjaan yang rasanya tidak masuk akal bisa dilakukan oleh orang yang memiliki keterbatasan fisik seperti dia. Bayangkan, dengan Mata Tuhannya, dia mampu memperbaiki perangkat barang-barang elektronik.

Tangannya seakan punya “mata” dan menjadi andalannya setiap kali memperbaiki peralatan elektronik yang rusak. Hanya cukup merabanya saja, Musirin sudah mampu mendiagnosa kerusakan dan kemudian memperbaikinya seperti tukang reparasi lainnya yang memiliki penglihatan sempurna.

Musirin memang termasuk tuna netra yang unggul, serta pantang menyerah terhadap kondisi fisiknya. Keahliannya servis elektronik, ia pelajari dengan otodidak. Pelanggannya selain warga Mambang juga warga lainnya dari luar kampung.

Bahkan tak jarang temannya juga meminta Musirin untuk merakitkan alat elektronik semacam amplier. Musirin melakukan perbaikan alat elektronik dengan cara mendatangi rumah pelangganya untuk memperbaiki alat-alat yang berkaitan dengan elektronika seperti televisi, radio, tape recorder.

Awalnya dulu Musirin senang mengotak-atik barang elektronik. Lama kelamaan dia bisa memperbaiki sendiri. “Saya belajar secara otodidak karena tidak ada yang mengajari. Untuk pengembangan diri, saya juga sering tanya kepada teman sesama elektronis,” ujar Musirin, Selasa (7/10).

Musirin berharap agar pemerintah daerah memperhatikan kondisi dirinya maupun orang yang mempunyai keterbatasan fisik lainnya. Memberikan bantuan, sekolah maupun modal untuk mengembangkan ketrampilan dalam bidang elektronika.

Selama ini Musirin dengan segala keterbatasanya berusaha untuk hidup tanpa bantuan orang lain. Uniknya Musirin yang tidak dapat melihat ini juga bisa berjalan tanpa bantuan orang lain dan tongkat, meski jalan menuju rumahnya ke pelanggan yang hendak membutuhkan jasa perbaikan sangat jauh, Musirin tetap bisa melakukannya sendiri.

Selain itu, Musirin juga dapat menggunakan alat komunikasi berupa handphone sms maupun telpon tanpa bantuan orang lain.(Jati)

Keterangan Gambar : Mushirin,  buta namun memiliki ‘Mata Tuhan’ dan mampu memperbaiki TV dan alat elektronik lainnya.

RedaksiDaerahtuna netra; Musirin
@dakitanews Nganjuk - Bagi Musirin ,26, warga Dusun Mambang Desa Bareng Kecamatan Sawahan, Nganjuk memiliki keterbatasan fisik bukan suatu halangan untuk dirinya bermalas-malasan dan tidak bekerja. Meski ditakdirkan buta, tapi Musirin seperti dianugerahi Mata Tuhan yang menuntunnya menjalani kehidupannya. Dia mampu memperbaiki perangkat barang elektronik padahal hal itu sangat...