ADAKITANEWS, Sidoarjo – Para Masyayikh, Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren dan Kiai NU bersepakat memberikan amanah kepada H Abdul Muhaimin Iskandar untuk menjadi bakal calon Wakil Presiden pada Pemilu 2019 nanti.

Dukungan dan amanah dari para Ulama serta Kiai NU yang tergabung dalam Silaturahmi Ulama Nusantara tersebut‎ disampaikan di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, di Lebo Kecamatan Wonoayu Sidoarjo, Sabtu (31/03).

Dalam deklarasi‎ siang itu, hadir langsung Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar‎ serta beberapa Kiai dan ulama dari berbag‎ai pondok pesantren yang ada di Jawa Timur seperti KH Zainudin Jazuli dan KH Anwar Iskandar perwakilan dari Kediri.

Cak Imin, sapaan akrab Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan, pencalonan dirinya menjadi Cawapres berawal dari perintah KH Yusuf Khudori yang memerintahkan seluruh DPC PKB mendukungnya. Hal itu berlanjut hingga Kiai H Agus Ali Masyhuri memerintahkan untuk meneruskan perjuangan pencalonan itu dengan ditindaklanjuti dengan rapat seluruh pimpinan dewan syuro.

“Untuk mencalonkan diri menjadi Cawapres itu butuh 20 persen suara di DPR RI atau 25 persen suara Pilpres 2014. Tapi realitanya suara PKB hanya 9,5 persen. Ini menunjukkan masih harus berkoalisi. Insyaallah kalau para kiai dan ulama merestui dan memberi doa tulus, kami memahami betul melaksanakan perintah perjuangan politik kiai ini. Dengan dukungan, restu dan doa kiai dan ulama kami siap dan optimis maju menjadi Cawapres,” katanya.‎

Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Kiai H Agus Ali Masyhuri mengatakan, Provinsi Jawa Timur yang merupakan basis Jama’iyah NU memberikan dukungan kepada Cak Imin. Hal itu dikatakan Gus Ali adalah merupakan langkah yang realistis karena tidak cukup saleh dalam kesendirian, dan harus mampu tampil saleh sosial di tengah-tengah msyarakat.

“Karena Nasbul Imamah yang dalam pandangan para Kiai merupakan Fardlu Kifayah, yang merupakan sebagian dari Ikhtiar untuk mewujudkan pemerintahan yang adil, makmur, bersih dan berwibawa untuk mendorong kesejahteraan rakyat Indonesia,” kata Gus Ali, sapaan akrab Kiai H Agus Ali Masyhuri saat diwawancara para wartawan usai acara.

Gus Ali juga menambahkan, pencalonan Abdul Muhaimin Iskandar menurutnya adalah langkah yang cerdas merupakan representasi Kader NU untuk ambil bagian dalam kontes pemilihan Wakil Presiden mendatang.

“Politik itu jangan diterjemahkan dalam arti konflik melulu. Kita harus mempunyai wawasan jauh kedepan demi kemaslahatan dan kejayaan republik ini,” ujarnya.

Gus Ali juga tak memungkiri bahwa dalam pencalonan di kanca politik memang harus didukung dengan parti-partai pendukung. Dikatakan Gus Ali, NU adalah organisasi sosial keagamaan terbesar dalam skala nasional maupun internasional dengan puluhan juta jiwa warga NU di Indonesia.

“Cuma harus didukung dengan kekuatan-kekuatan yang riil harus ada partai pendukung dan adanya pendukung. Dan sangatlah wajar kalau ada Kiai NU itu menyuarakan ingin kadernya tampil itu sangatlah wajar,” imbuhnya.(sid3)

Keterangan gambar : H Muhaimin Iskandar bersama KH Agus Ali Mashuri dan para Kiai sepuh.(foto : andri santoso)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/adakitanews20180401_000757-1024x575.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/adakitanews20180401_000757-150x150.jpgREDAKSIPolitikadakitanews,Berita,cak imin,cawapres,nu,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Para Masyayikh, Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren dan Kiai NU bersepakat memberikan amanah kepada H Abdul Muhaimin Iskandar untuk menjadi bakal calon Wakil Presiden pada Pemilu 2019 nanti. Dukungan dan amanah dari para Ulama serta Kiai NU yang tergabung dalam Silaturahmi Ulama Nusantara tersebut‎ disampaikan di Pondok Pesantren...