ADAKITANEWS, Sidoarjo – Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil menggerebek home industri di Kecamatan Krembung dan Prambon, karena memproduksi makanan ringan anak-anak berbahan dasar limbah, yang seharusnya diperuntukkan untuk makanan ternak, Jumat (02/06).

Tersangka yang berhasil diamankan yakni Haji Muhammad Basori, 42, warga Desa Keret Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Basori alias Tamrin, 40 dan Ali Murtadho, 37, keduanya warga Desa Gampang Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo.

Selain 3 tersangka, polisi juga mengamankan 75 ball mie kering, 64 pak makanan ringan jenis mie merk Mickey Joss masing-masing 100 bungkus, 60 pak Mickey Joss masing-masing 50 bungkus, 69 pak makanan jenis mie merk Mie Sedap Cha Cha, 42 roll plastik pembungkus makanan Mickey Joos, 4 unit mesin packing, 40 sak mie untuk bahan baku makanan ringan, 1 kantong plastik yang berisi Mie Sedap Cha Cha, 2 buah bak, 1 buku penjualan, 3 nota kontan penjualan dan 1 buku pembukuan karyawan.

Kasat Rekrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris mengatakan, penggerebekan itu dilakukan karena home industri tersebut diduga memproduksi makanan dengan menggunakan bahan dasar mie yang sudah tidak layak. “Tersangka mendapatkan bahan mie tersebut dari perusahaan mie ternama, PT KAS. Mie tersebut sebenarnya oleh pabrik dijual untuk makanan ternak, namun oleh tersangka diolah lagi dan dijadikan makanan ringan dengan menambahkan aneka rasa,” jelasnya.

Penangkapan ini menurut Kompol Muhammad Harris, berdasarkan adanya laporan dari warga yang menyebutkan banyak beredar makanan untuk anak-anak menggunakan bahan sudah tidak layak. Mendapatkan informasi itu, polisi akhirnya melakukan penyelidikan dan kemudian melakukan pengecekan di lokasi.

Hasilnya, memang benar ada produksi makanan ringan dengan menggunakan bahan dasar yang sudah tidak higienis. “Tersangka berhasil kita amankan saat sedang memproduksi dan lainnya saat sedang mengirim barang,” ujarnya.

Kompol Harris mengatakan, tersangka Tamrin dan Ali Murtadho ini masih saudara, meskipun produk mereka berbeda. Keduanya mengambil bahan mie tersebut dari Haji Muhammad Basori dengan harga Rp 6.000 per kilogramnya. Sementara H Muhammad Basori mendapatkan barang tersebut dari PT KAS.

“Makanan ringan tersebut dipasarkan di wilayah Madura, Jombang, dan sekitar Sidoarjo. Omzet per minggunya Rp 12 Juta dan omzet bersih yang mereka terima selama sembilan tahun beroperasi sekitar dua miliar rupiah,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka tidak memiliki surat edar dan belum memiliki izin dari BPOM. Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 135 dan atau 134 Undang-undang No 8 Tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun dan denda 4 miliar rupiah.(sid2)

Keterangan gambar : Satreskrim Polresta Sidoarjo saat ungkap tersangka home industri makanan ringan berbahan makanan ternak.(foto : mus purmadani)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/06/020617-sid2-sidoarjo-ternak-2-1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/06/020617-sid2-sidoarjo-ternak-2-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,Berita,makanan ringan,Makanan ternak,polresta sidoarjo,sidoarjo,snack
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil menggerebek home industri di Kecamatan Krembung dan Prambon, karena memproduksi makanan ringan anak-anak berbahan dasar limbah, yang seharusnya diperuntukkan untuk makanan ternak, Jumat (02/06). Tersangka yang berhasil diamankan yakni Haji Muhammad Basori, 42, warga Desa Keret Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Basori alias...