air pikup@dakitanews Pantura – Dampak kemarau musim panas kali ini benar – benar membuat warga Lamongan kelabakan karena kekurangan air. Meski harus mengeluarkan biaya cukup tinggi dan sengsara mendapatkan sumber air, warga tetap berjuang penuh, termasuk harus menggunakan mobil pick up yang dilapisi terpal saat mengambil air.

Tak hanya memanfaatkan mobil pick up, warga juga banyak yang memanfatkan geledekan untuk mengambil air jaraknya lumayan jauh dari perumahan warga. Seperti yang kini sedang dirasakan oleh sebagian warga Desa Bakalan Kecamatan Sugio misalnya.

Warga yang mempunyai mobil pick up terpaksa harus memanfaatkannya. Bukan diangkut dengan menggunakan jeriken atau jenis tandon lain, namun bak belakang cukup dipasang alas di bagian permukaan dan diisi air yang diambil dengan cara diangsur menggunakan bak kecil yang airnya diambil dari sumur di persawahan milik petani.

Warga Kecamatan Sugio ini cukup jauh untuk mendapatkan air dari sumur bor milik warga yang ada di persawahan. Namun apa boleh dikata, kata Giyon ,48, warga Desa Bakalan Kecamatan Sugio, meski susah payah ia harus mencari air untuk kebutuhan keluarga.

Giyon terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli terpal sebagai tempat menampung air di atas mobil pick upnya. Selain itu, Giyon bergantian membawa bak bekas tempat cat itu untuk mengangkut air dan menuangkannya ke atas bak mobil yang sudah dilapisi terpal membentuk bak pikap.

Ia setiap hari harus mengambil air, karena untuk volume air dalam bak mobil pick up hanya bisa dipakai habis dalam sehari.”Itupun harus ngirit mas,”katanya.

Tidak hanya Giyon yang mengalami nasib sengsara untuk mendapatkan air bersih, ribuan warga di Lamongan saat ini sedang mengalami krisis air bersih. Bantuan air yang dipasok pemkab dan sejumlah instansi belum mencukupi dari kebutuhan yang sebenarnya.

Jumlah penduduk lebih banyak hingga tak sebanding dengan pasokan air berish yang sudah berjalan selama ini.

Sejumlah wakil rakyat dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat ini menyatakan, bahwa mereka sudah banyak mengeluarkan dana saat masa kampanye hingga pelaksaan pileg.

”Konsentrasi kita sekarang belum kesana (bantuan air, red). Tapi fokus pada pekerjaan di gedung dewan. Kesel mas bantuan terus ,”ungkap salah satu wakil rakyat yang tidak bersedia namanya di Mediakan. (SR/Jati)

Keterangan Gambar : Mobil Pickup yang alih fungsi sebagai tanki air  untuk  mengatasi kekeringan di Lamongan

RedaksiDaerahkekeringan di Lamongan;
@dakitanews Pantura - Dampak kemarau musim panas kali ini benar – benar membuat warga Lamongan kelabakan karena kekurangan air. Meski harus mengeluarkan biaya cukup tinggi dan sengsara mendapatkan sumber air, warga tetap berjuang penuh, termasuk harus menggunakan mobil pick up yang dilapisi terpal saat mengambil air. Tak hanya memanfaatkan mobil...