Warga Tanda Tangan Tolak Penutupan Lokalisasi Guyangan

493

Disaksikan ketua RT, Ketua RW dan Kepala kelurahan Guyangan, warga tanda tangan tolak penutupan lokalisasi PSK Guyangan@dakitanews Nganjuk – Sekitar 300 orang  yang terdiri dari mucikari dan warga terdampak lainnya, membubuhkan tanda tangan penolakan penutupan lokalisasi Guyangan. Tanda tangan kesepakatan warga bersama ini dilakukan di balai latihan kerja lokalisasi Guyangan. Kamis (27/11) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Selain itu para penghuni lokalisasi Guyangan ini juga ikut  membubuhkan tanda tangan penolakan penutupan lokalisasi. Aspirasi ini akan dibawa dan disampaikan saat hearing di kantor DPRD Nganjuk secepatnya.

Sementara itu, Sukarno, Ketua RW 02 Kelurahan Guyangan Kecamatan Bagor, mengatakan bahwa hingga saat ini pemkab Nganjuk tidak memikirkan dampak dari penutupan lokalisasi.

Bahkan pihak pemkab juga tidak peduli dan enggan memikirkan nasib warga terdampak paska penutupan lokalisasi.”Kita tidak pernah dipikirkan solusi terbaik pasca penutupan,”ujar Sukarno di hadapan warganya.

Aspirasi yang dilakukan warga dan aksi tanda tangan penolakan itu, berakibat kegiatan pelatihan memasak bagi para PSK yang diadakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk akhirnya batal.

Pelatihan yang dimaksud adalah pelatihan untuk PSK di lokalisasi Guyangan, yang merupakan  agenda Dinsos Kabupaten Nganjuk pra penutupan lokalisasi yang berada di dekat  rel Kereta api tersebut.

Warga yang datang ke balai latihan kerja ini juga mengundang, Sumaji selaku  Kepala Kelurahan Guyangan.

Tujuan warga agar Kepala kelurahan ini menjadi saksi  dan diharapkan bisa membantu menyampaikan aspirasi warga yang menolak secara bulat penutupan Lokalisasi Guyangan yang merupakan Sumber rejeki bagi mereka.” Terang Pujo Prasetyo Ketua RT.02/02 Lingkungan Kampung Baru Kelurahan Guyangan.

Ditambahkan Pujo, jika lokalisasi Guyangan benar – benar ditutup, yang paling didahulukan mestinya  warga yang berdomisili di lingkungan lokalisasi dan warga terdampak lainnya. Selain diadakan  pembinaaan dan pelatihan kerja.” Hal yang amat penting adalah solusi pasca penutupan untuk warga,”imbuh pujo. (Kmto/jati)

Keterangan Gambar : Warga saat antre membubuhkan tanda tangan penolakan penutupan lokalisasi