undar 1

ADAKITANEWS Jombang – Konflik internal soal dualisme di tubuh Universitas Darul Ulum Jombang, Jawa Timur, mulai menemui titik terang. Ditemui pasca mahasiswa saat melakukan sweeping ke sejumlah ruangan yang selama ini dikuasai kubu Rektor Ibrohim, rabu kemarin, Ketua Yayasan Undar (Universitas Darul Ulum) Jombang Hj Ahmada Faida mengaku memberikan dukungan terhadap aksi tersebut, kamis (25/06/2015).

Menurutnya, aksi sweeping yang dilakukan mahasiswa merupakan tindak lanjut dari Surat Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta) Wilayah VII. Dalam surat tertanggal 5 Juni 2015 itu ditegaskan bahwa kubu Rektor Ibrohim dilarang menggelar proses pendidikan di Undar Jombang. Surat yang ditandatangani Prof Dr Ir Suprapto, DEA juga menegaskan bahwa wisuda tanggal 31 Mei 2015 yang dilakukan Rektor Ibrohim juga ilegal.

“yang sah Undar yang diakui oleh Depkumham, Kopertis dan Kemendikti dengan Rektornya Dr. H Mujib Musta’in SH, MSI.” Kata Ahmada.

Berdasarkan surat Kopertis VII itu, terdapat tiga alasan yang mendasari pelarangan. Pertama, Ibrohim diangkat rektor oleh perorangan atau yayasan yang tidak memiliki keabsahan hukum.

Padahal, yayasan yang sah mengelola pendidikan di Undar adalah Yayasan Undar yang diketuai Ahmada Faidah, yang  telah tercatat di Depkumham. Yayasan kemudian mengangkat Rektor Mudjib Mustain.

Kemudian kedua, putusan PN Jombang tertanggal 14 Februari 2014 dan surat PN Jombang 12 Mei 2015, yang menyebut putusan tersebut sudah ‘inkrach’, karena sampai waktu yang ditentukan para pihak tidak melakukan banding. Dan ketiga, surat tertanggal 5 Juni 2015 dan ditandatangani langsung Koordinator Kopertis VII Prof Dr Ir Suprapto DEA itu menyebut, tindakan Ibrohim memposisikan diri sebagai rektor bertentangan dengan UU No 12/2012.

Surat dengan tembusan antara lain Dirjen Dikti, Dirlemkerma Ditjen Dikti, Dirdiktendik Ditjen Dikti, Rektor Unesa, Kapolres Jombang, Ketua DPRD Jombang dan Kepala BKD Jombang itu menegaskan tidak sahnya wisuda yang digelar Ibrohim pada 31 Mei lalu.

Ketua Yayasan Undar, Ahmada Faida, menamahkan, Dalam surat tersebut dikatakan, selain penyelenggaraan pendidikan yang digelar Ibrohim tak sesuai aturan, mahasiswa yang diwisuda juga tidak tercatat di dalam pangkalan data pendidikan tinggi (PD-Dikti), sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara, dihubungi via ponselnya Kuasa Hukum Ibrohim, Agung Silo Widodo Basuki, mengaku belum menerima salinan surat dari kopertis tersebut. menurutnya Kopertis sudah melampaui batas kewenangannya jika melarang-larang seperti itu. Sebab, itu adalah kewenangan pengadilan.(Tari/Jati)

Keterangan Foto : Mahasiswa Undar Jombang saat melakukan sweeping sejumlah aset milik Undar kuu Rektor Ibrohim, rabu kemarin.

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/06/undar-1.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/06/undar-1-150x150.jpgRedaksiPendidikanjombang,kopertis VII,undar
ADAKITANEWS Jombang – Konflik internal soal dualisme di tubuh Universitas Darul Ulum Jombang, Jawa Timur, mulai menemui titik terang. Ditemui pasca mahasiswa saat melakukan sweeping ke sejumlah ruangan yang selama ini dikuasai kubu Rektor Ibrohim, rabu kemarin, Ketua Yayasan Undar (Universitas Darul Ulum) Jombang Hj Ahmada Faida mengaku memberikan...