ADAKITANEWS, Kota Kediri – Sebanyak 1.548 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Nusantara PGRI (UN PGRI) Kediri menjalani prosesi wisuda pada Sabtu (22/04) hingga Minggu (23/04). Tak hanya itu, dalam wisuda kali ini, UN PGRI juga berhasil mencetak 17 lulusan terbaik dan tercepat.

Acara tersebut diselenggarakan di Kampus IV UN PGRI Kediri, Jalan Lintasan Nomor 7 Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, dan dihadiri oleh berbagai undangan serta pejabat terkait.

Rektor UN PGRI Kediri, Dr Sulistiono mengatakan dalam rangka wisuda yang ke-56 tersebut, meliputi program Diploma 3, program Sarjana S1, dan program Pasca Sarjana ini, UN PGRI Kediri telah berhasil mencetak 17 lulusan terbaik dan tercepat, dari 1548 peserta. Lulusan terbaik dan tercepat itu dinilai dari kecerdasan, keaktifan serta norma etika mahasiswa maupun mahasiswi.

“Saya berpesan untuk wisudawan agar terus mengembangkan kemampuannya, terutama mengabdikan ilmunya kepada masyarakat dan negara. Supaya dapat betul-betul bisa hidup mandiri di masyarakat, bahkan harus menjadi pelopor dan teladan di tengah masyarakat,” cakapnya, Minggu (23/04).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenristek Dikti, Prof Dr Ainun Naim mengaku sudah 3 kali ini datang ke UN PGRI Kediri. Dalam sambutannya ia menegaskan bagi lulusan UN PGRI Kediri agar jangan menjadi pengangguran terdidik. Pasalnya saat ini, sangat banyak sekali lulusan dari Universitas se-Indonesia yang menjadi pengangguran terdidik.

“Jadilah lulusan UN PGRI Kediri yang bermanfaat, sesuai bidang studi masing-masing, cepat bekerja sesuai yang dipelajari, jangan sampai menjadi lulusan pengangguran yang terdidik. Yang saya tahu UN PGRI memang fokus di bidang pendidikan, kalian semua harus cepat agar tidak ketinggalan dengan negara lain. Indonesia saat ini punya masalah kompetensi anak didik yang mana kemampuan berfikir masih sangat rendah dibandingkan negara lain. Untuk itu tugas kalian agar cepat mengatasi permasalahan ini,” tuturnya.

Sekjen Kemenristek Dikti juga berpesan untuk lulusan UN PGRI Kediri, agar jangan sampai Indonesia ketinggalan jauh dari negara lain. Dan tugas para wisudawan untuk mengejar ketertinggalan itu. “Carilah alternatif untuk menyelesaikan sebuah masalah, tugas kalian untuk segera mengejar ketertinggalan Indonesia,” pungkasnya.(adv/unp/udn)

Keterangan gambar : Seluruh peserta wisuda dan undangan.(foto: fasihhuddin kholili)