ADAKITANEWS, Blitar – Setelah melakukan Imunisasi Measles Rubella (MR) atau imunisasi campak dan rubella, Selasa (15/08) lalu, Dimas, 4, warga Dusun Besole Desa RT 1/RW 3 Desa Darungan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelumnya Dimas diketahui sempat dirawat di Puskesmas. Kemudian pada Jumat (18/08) sekitar pukul 09.00 WIB, Dimas masuk ke UGD RS Aminah. Karena kondisi yang tidak memungkinkan, ia kemudian dibawa ke ruang ICU dan sekitar pukul 18.00 WIB akhirnya Dimas meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Kuspardani melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti menceritakan, kondisi Dimas pasca diimunisasi MR dalam keadaan sehat. Bahkan keesokan harinya, korban yang masih duduk di kelas PAUD ini masih melakukan sekolah dan aktivitasnya.

Namun setelah itu, lanjut Krisna Yekti, pada saat di sekolah Dimas mengalami muntah diare, dan malam harinya panas serta kejang-kejang. “Dampak imunisasi ini normalnya terlihat setelah jarak waktu 5-12 hari, dengan mengalami panas. Seandainya mengalami keluhan, hanya di sekitar tempat yang diinjeksi, seperti memar dan bengkak serta merasa sakit,” terang Krisna, Kamis (24/08).

Lebih lanjut Krisna menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan data kronologis dari pencarian di lapangan. Kemudian, pihaknya juga sudah menindaklanjutinya dengan melakukan pertemuan dengan Komite Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) tingkat Kabupaten.

“Laporan yang kita dapatkan dari lapangan berasal dari keterangan bidan desa dan RS Aminah selaku rumah sakit yang merawat Dimas saat sakit. Semuanya sudah kita kumpulkan dan dikirim ke Provinsi. Yang menentukan ini disebabkan penyakit lain adalah Komda KIPI Provinsi. Sampai saat ini pun hasilnya belum keluar,” tandasnya.

Diketahui, jumlah KIPI di Kabupaten Blitar mencapai 131 dan semuanya hanya mengalami panas setelah diimunisasi. “Memang sempat ada 8 KIPI yang dirawat di rumah sakit. Tapi sekarang semua kondisinya sudah membaik,” imbuhnya.

Sementara saat dikonfirmasi Tim Adakitanews.com, Kepala Desa Darungan, Sokip Adi Putra membenarkan informasi tersebut. Tapi penyebab meninggalnya, bukan kapasitasnya untuk menjelaskan.

“Soal meninggalnya Dimas, untuk prosedur pemberian imunisasi sepengetahuan kami sudah sesuai,” kata Sokip, Kamis (24/08).

Pantauan Tim Adakitanews.com di tempat duka, pihak keluarga masih enggan memberikan keterangan dan sudah mengikhlaskan meninggalnya Dimas.(fat/wir)

Keterangan gambar: Krisna Yekti, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar (tengah).(foto : fathan)