ADAKITANEWS, Blitar – Lebih dari 1 bulan pasca terjadinya keracunan siswa SDN 3 Krisik Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar pada Senin (25/09) lalu, hingga kini belum ada kejelasan penyebab keracunan tersebut.

Hal itu lantaran hasil laboratorium sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan juga belum keluar. Padahal sebelumnya Dinas Kesehatan menyatakan bahwa hasilnya akan keluar 2 minggu setelah sampel makanan itu dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, Kuspardani mengatakan, memang sampai saat ini belum ada hasil uji lab soal beberapa sampel makanan yang dikirim ke laboratorium. Ia menegaskan, pihaknya sebelumnya sudah menerima sampel makanan berupa cilot dan tempura yang diduga sebagai penyebab keracunan serta sudah mengirimnya ke balai besar laboratorium kesehatan Surabaya untuk dilakukan cek kandungan apa saja yang ada di dalam makanan yang dikonsumsi para siswa.

“Saat itu juga kita langsung kirim sampel makanan yang diduga jadi penyebab keracunan. Tapi memang sampai sekarang belum ada hasilnya, padahal biasanya 2 minggu sudah keluar,” katanya, Sabtu (28/10).

Kuspardani mengaku, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah makanan itu merupakan penyebab keracunan atau tidak, karena hal itu masih dugaan sementara. Ia menuturkan, sampai sekarang pihaknya belum mendapat informasi dari balai besar laboratorium Surabaya soal hasil lab.

“Saat ini kita masih dalam tahap menunggu hasil uji lab sambil terus melakukan komunikasi dengan balai besar laboratorium Surabaya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 19 siswa SD Negeri Krisik 3 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar pada Senin (25/09) pagi dilarikan ke Puskesmas Slumbung setelah mengalami mual dan muntah usai mengonsumsi jajanan jenis tempura dan cilot, yang biasa dijual para pedagang di sekitar sekolah.(fat/wir)

Keterangan gambar: Kuspardani, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/281017-fat-blitar-keracunan-1024x768.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/281017-fat-blitar-keracunan-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,Berita,blitar,keracunan
ADAKITANEWS, Blitar - Lebih dari 1 bulan pasca terjadinya keracunan siswa SDN 3 Krisik Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar pada Senin (25/09) lalu, hingga kini belum ada kejelasan penyebab keracunan tersebut. Hal itu lantaran hasil laboratorium sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan juga belum keluar. Padahal sebelumnya Dinas Kesehatan menyatakan...