ADAKITANEWS, Kota Blitar – Dari 14 Lembaga SMP/MTs di Kota Blitar, hanya 4 lembaga yang siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri, sedangkan sisanya akan mengikuti ujian dengan sistem silang

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kota Blitar, Muhammad Sidik mengatakan, para siswa di 10 lembaga yang belum mampu melaksanakan UNBK secara mandiri akan mengerjakan di Gedung SMA Sederajat yang dianggap mampu.

“Jadi sistem silang itu, dalam 1 lokasi sekolah terpilih nanti akan dipakai tidak hanya 1 sekolah saja. Mereka nanti akan dipecah. Dalam 1 zona itu, ada berbagai sekolah yang akan mengerjakan disitu. Total ada 4 yang sudah mandiri. Ada SMPN 1 dan SMPN 2, MTsnya ada MTsN Karangsari dan MTsN Kepanjenlor,” jelasnya, Rabu (15/03)

Sidik mengilustrasikan, agar para siswa tidak mengalami demam panggung saat pelaksanaan UNBK, Dinas Pendidikan akan mengintensifkan simulasi ujian. “Biar mereka tidak nervous (demam panggung). Kasihan mereka, kalau sudah pintar secara akademik tapi harus gagal karena tidak bisa mengerjakan,” katanya.

Menurut Sidik, pelaksanaan simulasi akan dilakukan minimal tiga kali menjelang pelaksanaan UNBK. “Simulasi sudah kita lakukan, dan paling tidak tiga kali. Simulasi itu tidak cuma untuk siswa saja, tapi mulai gurunya, protornya, semuanya termasuk alatnya itu yang tidak kalah penting,” ungkapnya

Meski sudah menyediakan Generator Set (genset) untuk menanggulangi listrik mati saat UNBK berlangsung, Pemkot Blitar juga akan menyurati PLN. “Kita akan tetap surati, walaupun Kementerian Pendidikan juga sudah koordinasi sama PLN Pusat,” tutupnya kepada Tim Adakitanews.com.(blt1)

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Muhammad Sidik(foto: glorian)