ADAKITANEWS, Kota Madiun – PT INKA Madiun hampir merampungkan seluruh rangkaian kereta yang menjadi pesanan dari PT KAI.

Manajer Humas PT INKA, Exiandri Bambang P menyampaikan, PT KAI memesan enam train set yang masing-masing terdiri dari 11 rangkaian. “PT KAI memesan 6 kereta premium kelas ekonomi kepada PT INKA yang akan dipergunakan sebagai persiapan angkutan lebaran tahun 2017 dengan nilai kontrak sekitar Rp 300 miliar,” jelas Exiandri kepada Tim Adakitanews.com Sabtu (03/06).

Dari enam rangkaian tersebut, lanjutnya, PT INKA sudah mampu menyelesaikan empat rangkaian dan sudah melakukan pengujian perjalanan. Sementara dua rangkaian lainnya, pengerjaannya tinggal finishing saja, seperti pemasangan instalasi elektrik dan interior.

Menurut Exandri, hal tersebut sudah sesuai jadwal karena minggu depan akan dilakukan pengujian dan pengawasan oleh PT KAI. Dan sesuai kesepakatan pula pada H-10 lebaran nanti, rangkaian kereta akan diserah terimakan kepada pemesan yakni PT KAI.

Dijelasan, kereta baru ini tampilannya cukup mewah, Meskipun masuk dalam kategori kelas ekonomi, tapi jenis keretanya premium. Dari luar tampilannya mirip dengan kereta api kelas executive maupun bisnis, dengan kapasitas satu kereta berisi 80 tempat duduk.

Jika kelas ekonomi kereta lama tempat duduknya statis dan berhadapan langsung. Untuk kereta baru ini tempat duduknya berdiri sendiri dan sandarannya dan bisa disetel sesuai keinginan.

Dalam satu kereta juga dilengkapi pesawat televisi sebanyak lima unit sebagai sarana hiburan. Kereta api baru ini juga mengakomodasi penumpang difabel. Untuk itu dalam satu rangkaian ada dua gerbong yang didesain untuk penumpang difabel. Masing-masing gerbong, menyediakan dua tempat duduk bagi difabel. Dan untuk kenyamanan, kapasitas gerbong dikurangi menjadi 65 seat. Hal lain menyesuaikan pintu kereta, ketinggian lantai, serta toilet, semuanya untuk kepentingan penyandang difabel.

“Kami berkeyakinan jika keseluruhan akan selesai tepat pada waktunya, Meskipun dalam pengerjaannya kita juga menghadapi kendala,” lanjut imbuh Exandri.

Kendala yang sering dihadapi adalah kedatangan material yang tidak tepat waktu. Hal ini bisa saja terjadi dikarenakan tidak semua komponen tersedia di sini. “Untuk komponen 95 persen berasal dari lokal sedangkan sisanya kita masih mendatangkan dari luar negeri. Seperti roda ataupun bearing roda yang masih didatangkan dari luar negeri. Namun untuk design, proses pengerjaan, instalasi, serta pengujinya semua dari tenaga ahli Indonesia,” pungkasnya.(bud)

Keterangan GAMBAR : Suasana Pengerjaan Finishing Kereta.(foto : budiyanto)