Curanmor-10Ditembak~2

ADAKITANEWS, Madiun – Sebanyak 14 anggota sindikat pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) ditangkap Polres Madiun. Satu diantara anggota sindikat teraksa ditembak kakinya oleh petugas karena mencoba kabur saat diminta menunjukan barang bukti.

Anggota sindikat yang terpaksa ditembak bernama Handoko,32, asal Desa Sujosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Handoko tercatat puluhan kali masuk penjara dengan kasus yang sama.

“Tersangka ditangkap saat anggota tengah melakukan pengamanan salat Jum’at (9/1) lalu, di masjid Baitul Mutaqin di Dusun Punjul, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Saat itu, tersangka ketahuan mencoba ambil satu unit motor, karena kepergok pemilik, ternyata usai salat,” jelas Kapolres Madiun AKBP Denny Setya Nugraha Nasution, Minggu (11/1).

Selanjutnya, tersangka menjalani pemeriksaan intensif, dalam saku Handoko, ditemukan kunci leter T dan pemeriksaan pun dilakukan semakin mendalam. Ternyata, mengejutkan bukan main, tersangka pernah melakukan pencurian sejak 2010-awal 2015 mendapat sebanyak 40 lebih unit motor mayoritas bermerek Yamaha di berbagai daerah.

Sejumlah daerah sukses memetik hasil curian dari Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Magetan dan Ponorogo. “Sementara ini diamankan sebanyak 12 unit motor, satu rangka dan pretehelan motor lain, ditambah dengan 14 penadah dari berbagai daerah. Tersangka ini biasa mencuri di sekolah dan tempat ibadah, hasil curian disembuyikan terlebih dulu,” ujar Kapolres Madiun lagi.

Menurutnya masih banyak BB motor masih berada ditangan sejumlah penadah belum diambil petugas, dari BB yang ada dari tempat kejadian perkara (TKP) di Kabupaten Ponorogo ada 5, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun 4 TKP. Lalu, Kecamatan Dolopo 2 TKP, Kota Madiun dan Kabupaten Magetan masing-masing satu TKP.

Jika dirasa aman, tambahnya, hasil curian diganti nopolnya dibawa ke bengkelnya di Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jateng, untuk dipretheli dan dijual kepada pemesan dengan harga Rp 3 juta-Rp 4 juta. Dalam beroperasi sendirian, tersangka kadang memakai seragam pramuka hingga pakaian lain terkesan beribadah di masjid maupun musholla jadi sasaran.

Ia menyatakan tersangka mendatangi TKP dengan diantar teman hingga naik bus, lalu mengadakan pengamatan lingkungan, mengatur strategi hingga memetik hasil curian. “Saat ini, guna mengetahui kepastian nopol hingga pemilik motor, melibatkan Sat Lantas untuk melakukan cek nomor mesin dan rangka kendaraan,” tandasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun kurungan penjara, sedangkan untuk para penadah dijerat pasal 480 tentang penadahan dengan ancaman 4 tahun penjara. Hingga kini sejumlah petugas dari Polres Madiun Kota, Ponorogo dan Magetan mendatangi Polres Madiun guna meminta keterangan tersangka Handoko.

“Penangkapan pelaku curanmor itu bisa jadi rekor tertinggi selama ini ditangani Polres Madiun, apalagi dengan BB sementara bisa diambil berjumlah 12 unit motor dengan satu unit rangka motor. Ditambah lagi, dengan penadah diamankan sebanyak 14 orang dari berbagai daerah,” ujar AKBP Denny Setya Nugraha Nasution.

Sedangkan, tersangka Handoko kini hanya bisa menyesali perbuatannya. “Saya melakukan pencurian sesuai permintaan orang-orang yang ingin punya motor dengan harga murah. Kebetulan lagi, pesanan terbanyak merek Yamaha untuk jenis matic dan non matic, beberapa diantaranya sempat saya kanibal dan dijual protholan. Sekarang, saya hanya bisa pasrah jalani pemeriksaan,” ujar Handoko. (UK)