ADAKITANEWS, Kediri – Pemkab Kediri bersama Polres Kediri dan jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri melaksanakan pemusnahan 2.856 botol minuman keras (miras) berbagai jenis, Rabu (24/05).

Selain Bupati dan jajaran Forkopimda, pemusnahan yang dilaksanakan di halaman kantor Pemkab Kediri tepat pukul 07.00 WIB itu juga diihadiri oleh MUI, FKUB, para pejabat di lingkungan Pemkab Kediri serta berbagai tokoh lintas agama.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti itu merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk menekan peredaran miras di Kabupaten Kediri, serta mengantisipasi semua hal yang berpotensi menimbulkan kejahatan serta gangguan ketentraman dan ketertiban.

“Yang harus menjadi perhatian kita semua, saat ini peredaran minuman keras semakin merajalela. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dan kerjasama yang baik dari pemerintah, aparat penegak hukum dan dukungan masyarakat, untuk memberantas peredaran sekaligus penggunaan minuman keras tersebut. Masyarakat juga diharapkan memberikan laporan apabila mengetahui ada peredaran miras ilegal di wilayahnya,” ujarnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Agoeng Djoko Retmono SH MM mengatakan, miras yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil Operasi Penegakan Perda Miras di Kabupaten Kediri yang dilaksanakan mulai Januari 2017 sampai dengan Mei 2017.

“Miras yang telah kami amankan ini terdiri dari berbagai jenis, semua tanpa izin. Dari kegiatan operasi penegakan perda se-Kabupaten Kediri, kami mendapatkan 49 orang tersangka, dengan miras terbanyak dari Desa Senden Kecamatan Kayen Kidul. Kedepannya frekuensi operasi akan ditingkatkan karena ditengarai masih banyak peredaran miras ilegal,” tegasnya.(udn)

Keterangan gambar : Kegiatan pemusnahan barang bukti bersama Bupati Kediri, dr Hj Haryanti Sutrisno.(ist)