2 Jemaah Haji Asal Blitar Meninggal Dunia

ADAKITANEWS, Blitar – Kepala Seksi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Blitar, Syaikul Munib mengatakan, ada 2 jemaah haji asal Kabupaten Blitar yang meninggal di tanah suci.

Satu diantaranya adalah jemaah haji asal Desa Maron Kecamatan Srengat yang meninggal kemarin, Minggu (27/08) sore. Sedangkan satu jemaah haji lainnya berasal dari Desa Ngoran Kecamatan Nglegok meninggal pada Jumat (25/08) lalu.

“Yang dari Srengat usianya 83 tahun. Ini memang saat berangkat baru saja operasi penyakit kencing batu. Sedangkan jemaah haji yang dari Nglegok memang mempunyai riwayat penyakit jantung,” jelasnya, Senin (28/08).

Saat ditanya terkait identitas dua jemaah haji itu, Munib mengaku tidak bisa memberikan karena takut ada komplain dari pihak keluarga. “Maaf kami tidak bisa sebutkan namanya. Karena kemarin sempat ada komplain dari pihak keluarga,” imbuhnya.

Lebih lanjut Munib menjelaskan, secara umum kondisi jemaah haji hingga saat ini sehat. Karena pada waktu pemberangkatan sudah diperiksa untuk memenuhi aturan yang ada dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji.

“Pada aturan Permenkes mengharuskan kesehatan jamaah haji. Contohnya, seperti jemaah pikun yang tahun sebelum-sebelumnya diperbolehkan, kini sudah tidak bisa. Untuk stroke, ada ketentuan harus bisa berdiri dan berjalan,” jelasnya.

Menurut Munib, saat ini jemaah haji khususnya Kabupaten Blitar sedang mempersiapkan untuk menuju ke arofah. Dan sesuai jadwal, para jemaah haji nantinya akan sampai di asrama haji di Sukilo pada tanggal 10 September 2017 mendatang.

“Dari jumlah total jemaah haji 914 ada 2 orang yang meninggal, jadi tinggal 912 jemaah haji,” imbuhnya.(fat/wir)

 

Keterangan gambar: Syaikul Munib, Kepala Seksi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

Recommended For You