ADAKITANEWS, Kota Kediri – Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat Semeru) yang digelar Polresta Kediri selama dua pekan dalam bulan suci ramadan, berhasil mengamankan 65 tersangka yang terlibat dalam 57 kasus di Mapolresta Kediri.

Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi, SIK, MH, menyampaikan 65 tersangka tersebut ditangkap karena melakukan pelanggaran diantaranya kasus premanisme, miras (minuman keras), judi, handal (bahan peledak), narkoba, dan prostitusi. “Ini merupakan hasil dari Operasi Pekat Semeru selama 2 minggu dalam bulan suci ramadan. Dari total 57 kasus, ada 65 tersangka dengan rincian 24 tersangka kita lakukan pembinaan dan 41 tersangka ini kasusnya lanjut proses,” ujar dalam pers rilis di Mapolres Kediri Kota, Senin (05/06).

Kapolresta juga mengatakan, dari 24 tersangka yang dilakukan pembinaan ini adalah para juru parkir (jukir) liar. “Namun apabila berbuat lagi kita akan lakukan penindakan tipiring,” imbuh Kapolresta.

Mantan Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya ini menambahkan, dari total 57 kasus yang diungkap, ada 28 kasus premanisme yang 4 diantaranya terpaksa diproses lebih lanjut dan 24 lainnya menjalani pembinaan. Sementara untuk miras, jajaran Polres Kediri Kota telah berhasil mengungkap 20 kasus dan saat ini semuanya masih dalam proses.

Selain 2 kasus tersebut, masih ada 3 kasus terkait perjudian, kasus handak atau petasan dengan 2 tersangka, 4 kasus narkoba dengan 5 tersangka, dan kasus prostitusi dengan 1 orang tersangka.

“Untuk mengantisipasi terkait kegiatan selama bulan Ramadan, kita akan rutin melaksanakan kegiatan operasi di malam hari,” pungkasnya.(kdr9)

Keterangan gambar : Kapolres Kediri, AKBP Anthon Haryadi bersama jajarannya saat memperlihatkan barang bukti, miras, narkoba. judi dan petasan.(foto : taufiqur rachman)