width=

Kediri(Adakitanews.com) – Bapas Kelas II Kediri mengelar pelatihan bagi klien pemasyarakan yang saat ini masih menjalani masa asimilasi di rumah maupun program re-integrasi, baik Cuti Bersyarat ataupun Pembebasan Bersyarat. Kali ini, Bapas Kediri memilih tema ‘wira usaha kuliner pembuatan martabak dan terang bulan’.

Pelatihan tersebut sebagai bentuk dari pelaksanaan bimbingan kemandirian, tujuannya untuk memberikan bekal keterampilan bagi para klien agar mereka mampu hidup mandiri dan lebih siap menghadapi kehidupan di tengah masa pandemi Covid-19 ini.

Dalam kesempatan ini, Bapas Kediri menggandeng ‘Martabak Hawai’, sebuah perusahaan martabak yang sudah tak asing lagi di Kota Kediri yang juga merupakan Pokmas Lipas Bapas Kediri.
Pelatihan yang dilaksanakan di Aula Bapas Kelas II Kediri, pada Rabu 10 Maret 2021, pukul 09.00 WIB ini dibuka oleh Kepala Balai Pemasyarakatan Kediri Yuyun Nurliana.

Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu diadakan rapid antibody bagi peserta yang terpilih, karena diharapkan pelatihan diikuti oleh para klien yang benar-benar bebas dari Covid-19.
Para Pembimbing Kemasyarakatan (PK) juga selalu memantau jalannya pelatihan agar tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dalam sambutannya, Yuyun mengatakan, meskipun kegiatan ini singkat, tapi jika terus ditindaklanjuti dan dilakukan latihan berulangkali secara berkelanjutan, penuh kesabaran dan diniati dengan tekat yang kuat, maka pasti bisa dijadikan sumber mata pencaharian sebagai bekal kehidupan bagi peserta pelatihan.

Selain itu, Yuyun Nurliana juga memberikan materi tentang ‘motivasi untuk bangkit’, agar klien bisa memotivasi diri sendiri dalam menjalani hidup dan berusaha.

Para narasumber dari ‘Martabak Hawai’ memberikan materi tentang teknik-teknik pembuatan martabak dan terang bulan terlebih dahulu sebelum mempraktikkannya. Meskipun pada awalnya dirasa susah, namun peserta kegiatan yang didominasi oleh kaum pria inipun akhirnya luwes dalam membuat adonan.

Pelatihan tersebut dilaksanakan dengan menjaga kebersihan supaya para peserta selalu mengedepankan kebersihan dan kualitas dari jajanan tersebut.

“Semoga pelatihan ini menjadi awal yang bagus untuk memulai usaha dan tolong jangan disia-siakan agar bermanfaat kedepannya. Karena seperti yang kita ketahui bahwa martabak dan terang bulan adalah jajanan yang banyak disukai, baik dewasa maupun anak-anak sehingga mudah dipasarkan dan modalnya pun tidak terlalu besar,” ujar Yuyun.

Tak lupa, Yuyun menyampaikan closing statement dengan kata-kata motivasi yang bertujuan untuk memberikan semangat bagi para klien bahwa ‘saya kuat, saya sehat, dan saya bisa’.

Untuk kedepannya, lanjut Yuyun, usai pelatihan para Pembimbing Kemasyarakatan (PK) akan melakukan pengawasan, motivasi, dan pemantauan kepada klien yang benar-benar mempunyai niat untuk melalukan usaha dibidang tersebut hingga usaha tersebut berhasil.

Pelatihan ini dilaksanakan guna memberikan bekal bagi para klien Bapas Kediri supaya mereka mampu hidup mandiri, mempunyai keterampilan sehingga dapat meminimalisir terjadinya pengulangan tindak pidana.(Oky).