ADAKITANEWS, Tulungagung – Dari 257 desa di Kabupaten Tulungagung, baru sekitar 129 desa yang memiliki website. Karena itu Pemerintah Kabupaten Tulungagung mendorong percepatan untuk pengembangan website desa, agar seluruh desa memiliki website.

Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo dalam seminar Pemanfaatan Website Desa yang dilaksanakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tulungagung menyatakan bahwa sistem informasi desa berbasis website merupakan sebuah keharusan.

“Website desa selain membantu perangkat desa dalam hal memberikan informasi secara cepat, dan update juga berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat secara cepat dan tepat melalui perangkat teknologi canggih,” kata Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, Senin (27/11).

Lanjut Syahri, pemerintah desa dalam pembangunan sistem informasi desa berbasis website ini diharapkan menampilkan potensi desa serta produk unggulan desa dan beberapa informasi desa lainnya yang akan ditampilkan dalam website desa, agar dikenal masyarakat di luar Tulungagung.

Sementara itu, Wahyu Yuniarko, Kasi Administrasi Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), yang tampil sebagai narasumber di depan ratusan perangkat desa, menargetkan hingga akhir tahun ini, dari 257 desa, setidaknya 200 desa sudah memiliki website desa.

“Sekarang ini baru sekitar 129 desa yang sudah punya, tapi ada beberapa desa yang on progress. Kita prediksikan akhir tahun nanti bisa mencapai 200 desa,” kata Wahyu Yuniarko, Kasi Administrasi Pemdes, Dinas PMD.

Wahyu mengakui, untuk pengembangan website desa ini memang dibutuhkan kesadaran dari perangkat desa tentang pentingnya teknologi informasi.

“Kendala kita selain anggaran yang dipergunakan merupakan anggaran dari APBDes, juga faktor sumber daya manusia,” ujar Wahyu.

Karena itu pada tahun 2018 mendatang, Dinas PMD akan mendorong pengembangan website desa dengan berbagai pelatihan yang akan dianggarkan dalam APBD.

Selain Wahyu Yuniarko, tampil sebagai nara sumber adalah Ketua PWI Jawa Timur, Akhmad Munir. Dalam pemaparannya, Munir menyampaikan, agar website desa tepat sasaran dan banyak dikunjungi, maka harus dikelola secara profesional.

“Minimal ada seorang yang khusus mengurusi website ini, dia sekaligus sebagai penjaga gawang. Kalau tidak ada personil khusus yang mengurusinya, keberadaan website hanya sekedar ada,” kata Akhmad Munir

Lanjutnya, selain sumber daya manusia, yang harus diperhatikan adalah masalah konten atau isi dari website, serta selalu update.

“Ini akan membuat desa semakin berkembang, dengan adanya website desa untuk upaya mewujudkan smart village yang merupakan salah satu hal yang mutlak di era milennial sekarang ini,” pungkasnya.(ta1)

Keterangan gambar : Seminar pemanfaatan website desa.(foto : acta cahyono)