ADAKITANEWS, Kota Kediri – Pemberian insentif dari Dinas Pendidikan kepada 208 guru sekolah Minggu. Pemberian insentif tersebut dilakukan di Gereja Baptis Getsemani, Jalan Hasanuddin Kecamatan Kota Kediri, dan dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Kediri, Hj Lilik Muhibbah, Jumat (08/12).

Dalam kesempatan itu Wawali menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para guru yang telah mendidik siswanya dengan sepenuh hati, dan atas kerja keras para guru inilah, IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kota Kediri meningkat melebihi prestasi provinsi maupun nasional. “Karena jasa guru itu begitu penting untuk mendidik anak-anak kita menjadi pribadi yang saleh,” ucapnya.

Wanita yang akrab disapa Ning Lik ini menjelaskan bahwa nantinya Pemkot melalui Dinas Pendidikan akan menaikkan insentif guru sekolah Minggu dari Rp 250 ribu menjadi Rp 300 ribu. “Ini adalah upaya kita. Kalau dulu kita hanya memberi Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu, sekarang kita naikkan Rp 250 ribu. Dan semoga nantinya terus naik,” ujarnya.

Wawali juga menjelaskan bahwa memang Pemkot telah mengadakan program khusus untuk bantuan sosial, kesehatan dan juga pendidikan. “Bantuan tersebut agar supaya anak-anak tidak ada yang putus sekolah. Maka dari itu anak-anak jangan ada yang bolos sekolah atau putus sekolah,” tukasnya.

Selain itu Ning Lik juga menjelaskan bahwa pada tiga tahun ini anak-anak sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA diberikan gratis daftar ulang, SPP, seragam hingga ongkos jahitnya. “Akan tetapi untuk SMA tahun 2017 ini yang menjadi kendala, karena sekarang diambil sama provinsi. Namun pemerintah akan terus berupaya,” tutupnya.

Harapan pemerintah saat ini nantinya anak-anak yang ada di Kota Kediri tidak ada yang putus sekolah, dan para guru terus memperjuangkan pendidikan untuk anak- anak di Kota Kediri khususnya.(adv/hms/kdr1)

Keterangan gambar: Ning Lik sedang memberikan insentif kepada perwakilan guru sekolah Minggu.(foto : muchlis ubaidhillah)