ADAKITANEWS, Blitar – Berbagai upaya dilakukan petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Blitar untuk mencegah adanya perdagangan manusia (human trafficking). Satu diantaranya memperketat pembuatan paspor bagi warga yang hendak ke luar negeri, serta memberikan sosialisasi kepada pemohon saat sedang mengantre pengurusan permohonan paspor.

“Kami memperketat pembuatan paspor saat proses wawancara. Proses wawancaranya kami perdalam, kalau orangnya terlihat ragu, pengajuan paspor akan kami tangguhkan,” kata Kepala Kanim Kelas II Blitar, M Akram, saat sosialisasi pencegahan tindak pidana perdagangan orang di luar negeri, Kamis (29/03).

Berdasarkan data dari Kanim Kelas II Blitar menyebutkan, selama Januari hingga Maret 2018 ini, sudah ada 23 pemohon paspor yang ditangguhkan. Petugas curiga permohonan paspor itu disalahgunakan di luar negeri. Selain itu, rata-rata pemohon paspor itu juga mengurus secara mandiri.

Para pengurus paspor yang ditangguhkan itu beralasan membuat paspor untuk kunjungan ke luar negeri. Namun saat proses wawancara, petugas curiga pengurusan paspor itu untuk kerja di luar negeri. Tetapi, mereka tidak melakukan pengurusan paspor melalui PJTKI.

“Kami curiga pengurusan paspor itu disalahgunakan, makanya kami tangguhkan,” ujar Akram.

Menurutnya, pengurusan paspor untuk kerja di luar negeri secara resmi melalui PJTKI. Biasanya, PJTKI sudah mendapat rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja. Dengan begitu, penyaluran tenaga kerja ke luar negeri dapat terpantau. “Jangan sampai kasus Adelina Lisao kembali terjadi,” katanya.

Adelina Lisao merupakan tenaga kerja wanita asal (TKW) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tewas karena diduga dianiaya oleh majikannya di Malaysia. Paspor milik Adelina yang digunakan bekerja di Malaysia itu diterbitkan oleh Kanim Kelas II Blitar. Dia mengurus paspor di Kanim Kelas II Blitar lewat agen pada tahun 2013 lalu.

Dalam sosialisasi itu, Kanim Kelas II Blitar juga menghadirkan Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar, sebagai pemateri. Dalam kesempatan itu, AKBP Adewira memaparkan bahaya perdagangan orang di luar negeri. Menurutnya, banyak modus warga negara Indonesia pergi bekerja ke luar negeri secara ilegal.

Misalnya, mereka pergi ke luar negeri dengan berpura-pura umrah. Mereka mengurus kelengkapan dokumentasi untuk umrah. Tetapi kenyataannya, sesampai di lokasi mereka bekerja dan menetap di sana. Akhirnya, mereka terlunta-lunta di negara orang.

“Mereka mau kerja juga tidak bisa, karena dokumennya ilegal, akhirnya sengsara di negara orang. Makanya, kalau mau kerja di luar negeri harus ikut prosedur resmi,” pungkas AKBP Adewira.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana sosialisasi di Kanim Kelas II Blitar.(foto : fathan)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/290318-fat-blitar-tkw-1-1024x768.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/290318-fat-blitar-tkw-1-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,blitar,kantor imigrasi,Tkw
ADAKITANEWS, Blitar - Berbagai upaya dilakukan petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Blitar untuk mencegah adanya perdagangan manusia (human trafficking). Satu diantaranya memperketat pembuatan paspor bagi warga yang hendak ke luar negeri, serta memberikan sosialisasi kepada pemohon saat sedang mengantre pengurusan permohonan paspor. 'Kami memperketat pembuatan paspor saat proses wawancara....