ADAKITANEWS, Blitar – Berbagai upaya sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Blitar untuk mengantisipasi adanya kasus deman berdarah. Mulai dari sosialisasi maupun program-program lainnya.

Namun berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, menyebutkan bahwa jumlah kasus demam berdarah (DB) selama tahun 2017 ada 94 kasus dengan empat kasus meninggal dunia. Jumlah itu mengalami penurunan yang signifikan, karena di tahun 2016 ada 308 kasus demam berdarah dengan 7 kasus meninggal dunia.

Namun memasuki bulan ketiga tahun 2018 ini, sudah ada 45 kasus demam berdarah yang tersebar di wilayah Kabupaten Blitar.

Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti menjelaskan, dari 45 kasus tersebut yang terhitung sejak Januari 2018 hingga saat ini, sudah ada 3 warga yang meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah ini.

Dijelaskannya, 3 warga tersebut masih berusia anak-anak. “Ketiganya masih duduk di bangku SD. Untuk dua penderita berasal dari Kecamatan Wlingi. Sementara satu penderita lainnya berasal dari Kecamatan Selopuro,” kata Krisna, Selasa (13/03).

Lebih lanjut Krisna menjelaskan, ketiganya dinyatakan meninggal dunia saat tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Menurutnya, jumlah kasus ini dinyatakan meningkat cukup drastis, sebab selama tahun 2017 hanya ada 4 orang penderita demam berdarah yang dinyatakan meninggal dunia.

Krisna juga menyatakan, ada beberapa daerah di Kabupaten Blitar yang endemis demam berdarah, seperti di Kecamatan Sanankulon, Srengat, Udanawu, Wlingi, Selopuro, dan Talun. “Jadi daerah itu selama 3 tahun berturut-turut selalu ada penderita demam berdarah,” pungkasnya.

Sementara langkah antisipasi dari Dinkes, menurut Krisna, pihaknya sudah sering mendengungkan agar masyarakat mengintensifkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Karena demam berdarah hanya dapat dicegah melalui PSN.

Selain itu jika program satu rumah satu jumantik dari Kemenkes dapat dilakukan oleh masyarakat dan berjalan lancar, maka pihaknya optimis masyarakat akan terhindar dari demam berdarah.(fat/wir)

Keterangan gambar: Krisna Yekti, Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/130318-fat-blitar-demam-berdarah-1024x768.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/130318-fat-blitar-demam-berdarah-150x150.jpgREDAKSIKesehatanadakitanews,Berita,blitar,demam berdarah
ADAKITANEWS, Blitar - Berbagai upaya sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Blitar untuk mengantisipasi adanya kasus deman berdarah. Mulai dari sosialisasi maupun program-program lainnya. Namun berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, menyebutkan bahwa jumlah kasus demam berdarah (DB) selama tahun 2017 ada 94 kasus dengan empat kasus meninggal dunia. Jumlah...