ADAKITANEWS, Blitar – Dalam kurun waktu 3 bulan, tercatat sudah ada 20 penderita Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Blitar. Beruntung, dari jumlah tersebut hingga saat ini belum ada korban jiwa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, memasuki akhir bulan Maret ini total jumlah penderita Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Blitar sebanyak 20 penderita. “Ada 20 penderita dalam kurun waktu 3 bulan ini. Rinciannya, pada bulan Januari ada 7 penderita, Februari 9 penderita, dan Maret 4 penderita. Syukur dari semua penderita ini tidak ada korban jiwa,” kata Krisna saat ditemui di kantornya, Senin (27/03) siang.

Adanya 20 penderita dalam kurun waktu 3 bulan ini, lanjut Krisna, diharapkan nantinya akan terjadi penurunan jumlah penderita di akhir tahun. Karena pihaknya sudah melakukan beberapa upaya antisipasi seperti fogging. “Kita sudah melakukan fogging di 2 tempat. Pertama di Desa Karangrejo Garum dan di Desa/Kecamatan Sanankulon. Semoga langkah ini bisa mengantisipasi nyamuk penyebab DB ini,” ungkapnya.

Menurut Krisna, selain fogging pihaknya juga sudah menjalankan program Gerakan Bersama Pramuka Pemantau Jentik (Gema Prakmantik). “Program Gema Prakmantik juga kita lakukan. Karena ini juga sebagai inovasi Kabupaten Blitar untuk mengurangi penderita DB tahun 2017 ini,” paparnya.

Krisna mengaku, kondisi cuaca sangat berpengaruh pada perkembangbiakan nyamuk penyebab DB ini. Namun melalui upaya-upaya yang sudah dilakukan, ia optimis tahun ini penderita DB bisa ditekan. “Meskipun cuaca saat ini tidak menentu, dan pastinya memudahkan perkembangbiakan nyamuk penyebab DB, namun kita sudah sering sosialisasikan kepada masyarakat untuk hidup bersih,” tambahnya.(blt2)

Keterangan gambar: Krisna Yekti, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)