ADAKITANEWS, Kediri – 3 mantan Penjabat (Pj) Kades Pojok Kecamatan Wates Kabupaten Kediri juga ikut dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri, lantaran keterkaitannya dengan permasalahan mantan bendahara desa, Ali Eko Sasongko yang memakai uang kas desa, Jumat (26/05).

Kades Pojok, Darwanto mengatakan, sejak Senin (22/05) lalu sampai Jumat (26/05) Kejari sudah memanggil semua perangkat desa dan 3 mantan PJ Kades Pojok. Selain itu kata Darwanto, ia juga diminta oleh Kejari untuk memberikan laporan APBDes Pojok tahun 2015 dan 2016.

“Ada kejanggalan, yakni untuk APBDes pada tahun 2016 itu tidak ada, hanya ada Peraturan Kepala Desa yang menjabarkan APBDes saja. Saya tidak tahu apa maksudnya, yang jelas setahu saya itu semua harus ada arsipnya di kantor desa, bahkan tahun 2014 sejak saya menjabat ini juga tidak ada. Sampai saat ini yang diminta oleh Kejari ya APBDes tahun 2015 dan 2016, semuanya sudah saya berikan sesuai adanya,” cakapnya via telepon.

Ia juga menambahkan, 3 Pj Kades yang dipanggil tersebut adalah Saununu Andrianto (Mantan Kades Pojok yang sekaligus menjadi Pj Kades sebanyak 2 kali), Parwoko, dan Suprapto. Namun yang dipanggil oleh Kejari bukan hanya PJ Kades saja, namun panitia dan pemenang lelang tahun 2016 tidak luput dipanggil juga.

Beberapa hari lalu ketika Tim Adakitanews.com meminta konfirmasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kediri, Pipuk Firman Priyadi melalui Kasi Intel, Ahmad Heru Prasetya mengatakan, terkait kasus mantan Bendahar Desa Pojok, Ali Eko Sasongko, pihaknya akan menelusuri jejak kasus tersebut hingga tahun-tahun sebelumnya, agar tidak ada kesalahpahaman dan semuanya dapat terkuak.(udn)

Keterangan gambar : Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri.(dok. Adakitanews.com)