Kapolres Blitar AKBP Edi Mujiyanto perlihatkan BB clurit Milik Pelaku-1

ADAKITANEWS, Blitar – Sulatib alias Tepong,27, warga Dusun Kemloko Desa Sidodadi Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, akhirnya pulang kampung. Sulatib masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 3 tahun, dalam kasus perampokan yang dilakukannya yang merenggut nyawa Sutrisno,68, tukang ojek asal Dusun Brongkos Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar.
Tersangka berhasil ditangkap di rumahnya setelah dikabarkan pulang dari pelarianya ke luar pulau Jawa. Aksi perampokan tunggal dilakukan tersangka pada Rabu, 27 Juni 2012 lalu. Bermula dari ditemukannya jasad Sutrisno yang terkapar tidak bernyawa ditepi jalan. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata korban tewas akibat  aksi kejahatan yang dilakukan tersangka.

“Pelaku berpura-pura naik ojek dengan tujuan Dusun Ngadiredjo Desa Selopuro. Setelah sampai di TKP pelaku mengeluarkan celurit dari tas dan mengalungkan celurit di leher korban dan menariknya ke belakang. Korban terkapar dan motor langsung dibawa kabur oleh pelaku.”kata Kapolres Blitar AKBP Muji Ediyanto. Jumat, (19/06).

Menurut Kapolres, berdasarkan hasil penyelidikan, dalam menjalankan aksi nekatnya ini pelaku berada dalam kondisi mabuk obat. “Pelaku ini sering minum obat-obatan dan sudah kecanduan, ketika menjalankan aksi nya itu ia minum pil koplo sebanyak 40 butir jenis dextro”.kata Kapolres.

Dijelaskan oleh Kapolres, pasca peristiwa perampokan yang dilakukan, tersangka panik hingga akhirnya menjual sepeda motor korban seharga Rp 550 ribu kepada seseorang yang tidak ia kenal di Desa Gandusari. Selanjutnya pelaku melarikan diri ke Kalimantan. Sempat pulang ke Blitar, lalu kabur kembali ke Lampung. Pada Selasa 9 Juni 2015 sekitar pukul 6 Sore pelaku berhasil dibekuk Polisi di rumahnya.

Kasus ini berhasil diungkap setelah polisi setelah menemukan barang bukti berupa sepeda motor. Selanjutnya Polisi melakukan pengembangan dan akhirnya kasus ini berhasil diungkap.“Pelaku ditangkap di rumah setelah pulang dari Lampung. Kami berhasil menangkap karena kami intens memantau perkembangan dia. Ketika ada sinyal pelaku ada dirumah kami langsung grebek”.kata Kapolres.

Sulatib yang terlihat menyesali perbuatanya mengakui bahwa dirinya adalah pecandu miras dan obat-obatan. Meski begitu Sulatib mengaku baru satu kali ini saja mengakui membunuh orang.

“Saya memang tukang mabuk, kalau untuk obat-obatan saya baru dua tahun ini menjadi pecandu, kalau membunuh orang baru sekali ini saja saya lakukan, saya menyesal,” ujar Sulatib.(wir/jati)

Keterangan Gambar : Clurit yang digunakan oleh pelaku untuk menggorok korban saat ditunjukan oleh Kapolres Kabupaten Blitar AKBP Muji Ediyanto.