ADAKITANEWS, Tulungagung – Sebuah kapal nelayan jenis porsein atau lerek yang berisi 32 ABK akhirnya berhasil dievakuasi tim SAR gabungan ke pelabuhan Popoh Tulungagung. Kapal Motor Astro Sari tersebut sempat terombang-ambing di laut bebas selama satu minggu karena mengalami kerusakan mesin.

KM Astro Sari GT 126 No847/QA sempat menempuh perjalanan kurang lebih 30 jam, dari titik pertama teridentifikasi berdasar titik ordinat GPS, yakni di 10 derajat Lintang Selatan dan 111 Bujur Timur, selatan Yogyakarta dengan dipandu sebuah KM Aquarius.

“Kapal ini baru bisa terhubung dengan personel RAPI di Jakarta pada Senin (22/01) dan diinformasikan bahwa kapal sudah mengalami masalah mesin sejak Jumat (18/01). Posisi koordinatnya saat itu di 10 derajat Lintang Selatan (LS) dan 111 bujur timur (BT),” kata Kepala Basarnas Pos SAR Trenggalek, Asnawi Suroso, Rabu (24/01).

Sekitar pukul 09.00 WIB, KM Astro Sari sampai di kolam labuh kapal besar, yang berjarak sekitar 1 mil dari Pelabuhan Popoh, kemudian sebuah kapal nelayan KM Anugerah menjemput para ABK hingga daratan.

Lanjut Asnawi, operasi SAR mulai dilakukan sejak Senin (22/01) siang sekitar pukul 12.00 WIB, setelah mendapat informasi dari Basarnas Surabaya, pihaknya melakukan beberapa langkah. Diantaranya menginformasikan ke seluruh potensi SAR mulai dari pesisir Pacitan hingga arah Malang. Kemudian berkoordinasi dengan jajaran Posmat TNI AL Prigi, Polair Prigi, Kesyahbandaran Nelayan Prigi, Pelabuhan Prigi dan nelayan sekitar.

Upaya memanfaatkan jaringan komunikasi berhasil, setelah tim SAR gabungan mendapat kontak dengan sejumlah kapal nelayan dan KM Aquarius menemukan keberadaan KM Astro Sari pada Senin (22/01) sore sekitar pukul 18.25 WIB pada posisi ordinat 08.59 derajat LS, 111,18 BT.

“Setelah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh unsur SAR, baik Posmat TNI AL Prigi, Polair Prigi, Syahbandar Prigi dan Pelabuhan (PPN) Prigi yang akhirnya menyimpulkan untuk memandu KM Astro Sari ke arah Pelabuhan Popoh,” kata Asnawi.

Pada Selasa pagi, KM Astro Sari yang terus dikawal KM Aquarius yang sama-sama berasal dari Jakarta sudah bergeser dan berada di 9,28 derajat LS, selatan Pelabuhan Popoh dengan jarak 60,03 mil atau sekitar 120 kilometer.

Selain KM Aquarius, satu kapal nelayan lain, KM Endah Jaya Makmur juga merapat ke KM Astro Sari untuk melakukan bantuan yang sama, memandu KM Astro Sari dan memastikan selamat hingga pelabuhan Popoh.

“Dengan kecepatan mesin yang hanya 1-2 knot, akhirnya baru Rabu ini tiba di kolam labuh kapal besar Popoh,” kata Asnawi.

Asnawi menjelaskan, KM Astro Sari ini sebenarnya tidak mengalami mati mesin, tapi ada kerusakan yang membuat kecepatan mengalami perlambatan kecepatan hingga kisaran 1-2 knot. Padahal dalam kondisi normal kapal jenis porsein ini kecepatannya bisa 10-11 knot atau 10-11 mil per jam.

Sementara itu Kapten KM Astro Sari, Casnoto, menyatakan rasa syukurnya. Karena seluruh ABK berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. “Alhamdulillah akhirnya kami semua selamat. Kami sudah mulai tenang sejak komunikasi radio kami terhubung dengan tim Basarnas dan komunitas RAPI, hingga akhirnya dipandu oleh KM Aquarius menepi ke arah Pelabuhan Popoh,” ujar Kapten KM Astro Sari Casnoto.(bac)

Keterangan gambar : KM Astro Sari yang mengalami kerusakan mesin dan proses evakuasi.(ist)