AdaKitaNews Daerah  33 Pelajar WNA di Madiun Alami Over Stay

 33 Pelajar WNA di Madiun Alami Over Stay

2015-11-13_19.55.26ADAKITANEWS, Madiun – Hingga akhir tahun 2015, Kantor Imigrasi Kelasi II Madiun menemukan 33 pelajar warga negara asing (WNA) over stay atau melewati ijin tinggal. Para pelajar itu rata-rata di beberapa Pondok Pesantren (Ponpes) yang tersebar di daerah eks Karesidenan Madiun.

“Keberadaannya  di pondok-pondok pesantran di wilayah kerja Imigrasi Madiun. Para pelajar warga negara asing itu sedang menuntut ilmu di pondok pesantren dan diketahui petugas melanggar over stay, saat petugas melakukan operasi secara keseluruhan. Mengingat warga negara asing tersebut berstatus pelajar sehingga pihaknya hanya mengenakan biaya beban sesuai dengan PP nomer 45 tahun 2014,” jelas Kepala Imigrasi Kelas II Madiun Sigit Roesdianto, Jum’at (13/11).

Para pelajar itu, kata Sigit akan dikenakan denda sesuai PP nomer 45 tahun 2014 per harinya sekitar Rp 300 ribu. Jika dalam jangka waktu 60 hari, tidak dikenakan sanksi tambahan, namun harus dideportasi untuk dikembalikan ke negara asalnya.

Sigit menambahkan, sebagai bentuk antisipasi keberadaan warga negara asing yang melanggar ijin keimigrasian, pihaknya mempunyai komunitas intelejen daerah yang diprakasai Pemerintah Kota/Kabupaten Madiun.  “Sehingga, jika ada permasalahan dapat diatasi cepat dan tepat,” tandasnya.

Sementara, untuk mengawasi dan pemantauan meningkatnya jumlah warga negara asing masuk di wilayah kerjanya, Ia mengaku, tidak mengkhawatirkan karena sudah mempunyai tim pengawasan orang asing, “Kami juga berharap masyarakat tidak segan melaporkan keberadaan orang sekitar kepada petugas terkait,” ujarnya lagi. Hal itu juga disiapkan untuk menyongsong pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) (UK)

Keterangan Gambar: Kepala Imigrasi Kelas II Madiun, Sigit Roesdianto