ADAKITANEWS, Blitar – Memasuki pertengahan bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman (mamin) selama 4 hari, mulai tanggal 5 – 8 Juni lalu. Hasilnya, 306 sampel diambil oleh Dinkes dari toko maupun swalayan yang tersebar di 22 Kecamatan Kabupaten Blitar.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Miftakhul Huda mengatakan, 306 sampel ini terdiri dari 275 barang kedaluwarsa dan 31 barang rusak. “Sidak ini kita lakukan untuk mengantisipasi adanya mamin yang tidak layak dikonsumsi masyarakat. Kita temukan 306 mamin yang kita anggap berpotensi tidak layak dikonsumsi,” katanya, Rabu (14/06).

Selain itu, lanjut Miftakhul Huda, pihaknya juga menemukan obat-obat berlabel merah yang seharusnya tidak dijual di toko tetapi di apotek. “Ada 7 item obat yang kita ambil untuk dimusnahkan,” tandasnya.

Miftakhurl Huda juga menyatakan, pihaknya juga mengambil 50 sampel makanan, seperti makanan takjil sosis maupun minuman seperti cendol yang dijual bebas. Selanjutnya akan dicek di laboratorium kesehatan daerah (labkesda) Kabupaten Blitar. Apakah mengandung bahan berbahaya seperti boraks, rhodamin ataupun pewarna pakaian. “Hasilnya masih menunggu dari labkesda. Pasalnya tenaganya terbatas dan barang yang dicek cukup banyak,” imbuhnya.

Sementara untuk pedagang yang menjual makanan tidak layak konsumsi tersebut, rencananya pihaknya akan memanggil mereka untuk diberikan pembinaan pada Senin (19/06) depan. “Kita akan panggil mereka untuk dibina. Lokasinya ya di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar,” paparnya.(blt2)

Keterangan gambar: Miftakhul Huda, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)