ADAKITANEWS, Nganjuk – Setelah menggelar studi kasus dan penelitian selama 5 hari di Kabupaten Nganjuk, tim dari program Gerakan Cerdas Desa (GCD) akhirnya menyampaikan beberapa rekomendasinya di hadapan Bupati Nganjuk, Drs H Taufiqurrahman dan Bunda PAUD Kabupaten Nganjuk, Dra Ita Triwibawati, di Ruang Rapat Peringgitan Pendopo Pemkab Nganjuk, Jumat (20/10).

Tim yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), serta didukung oleh Bank Dunia dan Pemerintah Australia melalui DFAT (Department of Foreign Affairs and Trade) tersebut, memberikan beberapa rekomendasinya terkait Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Nganjuk.

Beberapa rekomendasi tersebut diantaranya adalah, terkait penggunaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD), agar bisa digunakan untuk peningkatan kualitas pendidikan usia dini. Rekomendasi lainnya yakni, kerja sama dengan beberapa pihak, serta mengajak masyarakat maupun organisasi atau lembaga lain agar lebih peduli terhadap PAUD.

Menanggapi hal tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Nganjuk, Ita Triwibawati mengaku optimis beberapa rekomendasi yang disampaikan itu bakal ditindaklanjuti. “Saya yakin hal itu bisa dilakukan. Tapi saya sangat berharap juga bisa ditindaklanjuti sampai ke tingkat bawah,” ujar wanita yang akrab disapa Bunda Ita ini.

Bunda Ita juga berjanji akan memaksimalkan upaya untuk mengajak semua pihak, agar ikut peduli terhadap PAUD. “Saya akan sering mengajak mereka untuk duduk bersama pada saat Musrenbang tingkat Dusun sampai desa, bahkan saya akan mengawal sampai di tingkat kabupaten,” tegasnya.

Sementara itu perwakilan dari Tim GCD, Hafidz Alatas mengatakan, selain memberikan beberapa rekomendasi tersebut ia juga memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Nganjuk, khususnya dalam program Gerakan Cerdas Desa. Salah satunya terkait adanya Peraturan Bupati (Perbup) nomor 35 tahun 2016 tentang Kewenangan Lokal Desa serta Surat Edaran Bupati nomor 141/2016, yang menguatkan para Kepala Desa agar bisa mengelola Dana Desanya untuk PAUD.

“Ada satu desa di Kecamatan Bagor, yang memberikan Rp 1,2 juta dari Pendapatan Asli Desa (PAD), untuk PAUD. Alangkah baiknya jika semua desa seperti ini,” katanya.

Untuk diketahui, Kabupaten Nganjuk merupakan satu dari 25 kota/kabupaten se-Indonesia yang terpilih dalam uji coba program PAUD Generasi Cerdas Desa.(adv/hms/kur)

Keterangan gambar: (dari kiri) Bunda PAUD, Ita Triwibawati, Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman, perwakilan dari World Bank, Thomas Brown.(foto: kurniawan)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/201017-kur-nganjuk-paud-4-1024x768.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/201017-kur-nganjuk-paud-4-150x150.jpgREDAKSIAdvertorialadakitanews,bank dunia,Berita,bunda paud,nganjuk,paud,pemkab nganjuk,world bank
ADAKITANEWS, Nganjuk – Setelah menggelar studi kasus dan penelitian selama 5 hari di Kabupaten Nganjuk, tim dari program Gerakan Cerdas Desa (GCD) akhirnya menyampaikan beberapa rekomendasinya di hadapan Bupati Nganjuk, Drs H Taufiqurrahman dan Bunda PAUD Kabupaten Nganjuk, Dra Ita Triwibawati, di Ruang Rapat Peringgitan Pendopo Pemkab Nganjuk, Jumat...