ADAKITANEWS, Kota Blitar – Tahun 2019 diketahui merupakan tahun target bebas pasung yang diberikan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial. Namun pada tahun 2018 ini, ternyata masih ada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terpasung di Kota Blitar.

Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar, Muhenni menjelaskan, berdasarkan data Dinsos Kota Blitar, di wilayahnya ada 22 ODGJ. Dan dari total itu, sebanyak 5 ODGJ dalam posisi dipasung.

“Sebenarnya ada 6 orang yang dipasung. Tapi 1 orang kadang dipasung kadang dilepas karena kondisinya kambuhan,” katanya, Rabu (03/12).

Muhenni mengakui, memang ada beberapa kendala dalam penanganan pasien ODGJ, terutama yang dipasung. Salah satunya adalah ketidaksediaan dari pihak keluarga agar pasien dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

“Dinsos sudah menyarankan keluarga agar merawat ODGJ yang dipasung ke RSJ. Dinsos akan memfasilitasi perawatan ODGJ ke RSJ. Tetapi, rata-rata keluarga tidak mau merawat ODGJ ke RSJ dan justru memilih dipasung untuk menghindari ODGJ mengamuk dan membahayakan orang lain,” tuturnya.

Saat ini untuk ODGJ yang dipasung ataupun tidak, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan pengobatan. Tiap sebulan sekali, tim kesehatan juga telah melakukan penyuntikan ke para ODGJ. Tim kesehatan juga terus memasok obat-obatan ke para ODGJ. Sedangkan untuk perawatan setiap harinya, Dinsos mengharapkan agar keluarga telaten memberikan obat yang telah dipasok oleh tim kesehatan.

“Sejauh ini masalah yang kami temui di lapangan, ODGJ tidak rutin mengkonsumsi obat. Padahal obat harus benar-benar dikonsumsi secara teratur oleh penderita. Jika tidak diminum sehari saja otomatis pengobatan harus dimulai dari awal. Untuk itu keluarga harus telaten agar proses penyembuhan maksimal,” paparnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Muhenni, Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Blitar.(foto : fathan)