ADAKITANEWS, Blitar – Warga Desa Slorok Kecamatan Doko Kabupaten Blitar dihebohkan dengan adanya puluhan orang yang mengalami keracunan massal, Rabu (14/02).

Keracunan ini diduga terjadi karena warga mengonsumsi makanan hasil kenduri hajatan aqiqah di rumah Sunarji, 38, warga Dusun Jatiroto RT 1/RW 1 Desa Slorok Kecamatan Doko Kabupaten Blitar.

Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya mengatakan, data yang diterimanya hingga Kamis (15/02) pagi korban keracunan berjumlah 52 orang. Dari 52 korban itu, 2 diantaranya harus dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, sedangkan lainnya ditangani di Puskesmas Doko.

Kapolres menjelaskan, peristiwa ini terjadi setelah korban menghadiri hajatan aqiqah di rumah Sunarji. Saat itu mereka mendapat berkat kenduri untuk dibawa pulang. Setelah beberapa jam, warga yang mengonsumsi makanan berkat kenduri tersebut, ada yang mengalami diare dan mual.

“Saat ini kita sedang mendalami penyebab keracunan ini. Namun dugaan awal sementara adalah terkait dengan hajatan yang diselenggarakan di salah satu rumah warga. Namun karena pelaksana hajat juga menjadi korban, kita masih melakukan interview secara terbatas,” kata AKBP Slamet Waloya, Kamis (15/02).

Lebih lanjut AKBP Slamet Waloya menjelaskan, pihaknya telah mengamankan sampel makanan yang diduga dikonsumsi dan menyebabkan keracunan tersebut. “Saat ini sampel tersebut kita kirim ke laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar untuk ditentukan kandungan zat yang diduga penyebab keracunan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Doko, dr Yudia Supradini mengatakan, penyebabnya keracunan ini dari kenduri yang dibawa pulang. Menurutnya, kalau yang dimakan di tempat tidak apa-apa. Saat itu ada 80 orang yang mengikuti kenduri. “Jadi gejala awalnya sekitar 6 jam baru terasa mual dan diare ada yang berlangsung 6 sampai 10 kali dengan diikuti panas dan muntah,” paparnya.

Menurutnya, kondisi korban saat datang dalam kondisi lemas, tapi ada 2 orang yang dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo. Yang satu memang usianya sudah tua, yakni 70 tahun karena dehidrasi berat. “Kalau korban satunya lagi yang kita rujuk ke RSUD Ngudi Waluyo masih berumur 6 tahun karena ada kejang disertai demam. Setelah dirawat panasnya tidak mau turun kemudian kejang, lalu kita kirim ke rumah sakit,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Korban keracunan yang dirawat di Puskesmas Doko.(ist)